12 April 2011

KUOTA HAJI BENGKULU DIUSULKAN 1.700 ORANG

Bengkulu, 18/3 (ANTARA) - Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mengusulkan kuota haji daerah ini ditambah dari sebelumnya 1.599 menjadi 1.700 orang, dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat daerah ini.

Pemerintah daerah Bengkulu mengusulkan kenaikan kuota haji tersebut, karena jumlah penduduk Bengkulu saat ini mencapai 1,7 juta jiwa, kata Kepala Kanwil Agama Provinsi Bengkulu Drs Taufiqurahman, Jumat.Usulan tersebut sudah dibahas bersama Pemprov Bengkulu dalam rapat evaluasi ibadah haji 2010 karena daftar tunggu calon haji (calhaj) di daerah ini sudah cukup banyak hingga tahun 2014 baru bisa dipenuhi.

Ia mengatakan, usulan tersebut akan disampaikan ke Kementerian Agama Republik Indonesia dan diusulkan ke Organiasi Konfersi Islam (OKI) di Timur Tengah, sebagai organisasi mengatur jumlah kuota haji tiap negara.

Dengan kuota haji 1.700 bisa mengimbangi jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu mencapai 1,7 juta jiwa dan sebagian besar adalah beragama Muslim.

"Kita berharap usulan kuota haji itu bisa dikabulkan, dengan demikian dapat seimbang dengan pendudukan dan luas wilayah," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga mengusulkan ruang tunggu untuk jamaah haji asal Indonesia Bandara King Abdul Aziz sekarang hanya satu ruangan minta ditambah agar ada dua ruangan, sehingga tidak telalu berhimpitan, kasihan jemaah rata-rata sudah berumur tua.

"Kita berharap pemerintah pusat juga dapat mengusulkan kepada Kerajaan Arab Sudi jamaah menunggu tidak terlalu berhimpitan," katanya.

Sementara Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu Drs Syaifulah mengatakan, membengkaknya jumlah calhaj Bengkulu akibat ada calhaj dari daerah lain yang masuk.

Pada tahun 2011, Pemeritah Provinsi juga mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota agar memperketat penerimaan pendaftaran calhaj tersebut.

Tim petugas pembimbing haji daerah akan mengecek setiap kabupaten seperti di Kepahiang berjumlah 108 orang kuota calhaj, jika jumlah calhaj berasal dari Kepahiang hanya 90 orang, maka sisanya dipertanyakan dari mana asalnya, tutur Syaifulah.

Seorang calhaj Kota Bengkulu Syamsul Bahri mengatakan, berdasarkan daftar tunggu dia baru bisa diberangkatkan pada tahun 2014, melihat situasi tersebut pihaknya melakukan umroh selama dua pekan.

Seandainya tidak berpeluang melaksanakan ibdah haji cukup dengan umroh saja karena sulitnya birokrasi dalam menjalankan ibadah haji saat ini, ujarnya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP