Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

08 Maret 2010

23 PROVINSI KONFIRMASI KALIFAH MTQN 2010

Bengkulu, 4/3 (ANTARA) - Sebanyak 23 provinsi sudah mengkonfirmasi jumlah kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tillawatil Quran Nasional (MTQN) yang digelar di Bengkulu pada Juni 2010 mendatang.

"Sampai saat ini sudah ada 23 daerah yang memberikan data jumlah kafilah yang akan hadir di Bengkulu untuk mengikuti MTQN,"kata Kepala Biro Kesra Setprov Bengkulu, Syaifullah di Bengkulu, Kamis.


Dari 23 daerah tersebut, jumlah kafilah dan penggembira yang sudah dikonfirmasi ke panitia MTQN sebanyak 1.658 orang.

Rinciannya Provinsi Aceh mengirim sebanyak 95 orang, Sumatera Utara 60 orang, Kepulauan Riau 42 orang, Sumatra Barat 200 orang, Sumatra Selatan 65 orang, Lampung 60 orang, Banten 120 orang, Jawa Barat 100, Jawa Tengah 100 orang, Yogyakarta 60 orang.

Jawa Timur mengirim 125 orang, Bali 50 orang, Nusa Tenggara Barat 60 orang, Nusa Tenggara Timur 60 orang, Gorontalo 40 orang, Sulawesi Selatan 70 orang, Sulawesi Tengah 60 orang, Sulawesi Tenggara 70 orang, Sulawesi Utara 60 orang, Maluku 55 orang, Maluku Utara 60 orang, Papua Barat 70 orang dan Papua 60 orang.

"Data ini kemungkinan besar masih berubah, bisa berkurang atau bertambah," katanya.

Syaifullah mengatakan, panitia hanya memprioritaskan penginapan dan akomodasi tim inti.

Hingga saat ini kata dia, baru tim Pemprov Jawa Tengah yang melakukan survei terhadap persiapan penyelenggaraan MTQN ke 23 tersebut.

Tim tersebut akan meninjau langsung lokasi penginapan yang representatif bagi kafilah Jawa Tengah, termasuk meninjau kesiapan logistik yang dibutuhkan selama mengikuti MTQN.

Provinsi Jawa Tengah mengirim kafilah yang mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional itu sebanyak 48 orang dan ditambah para pendamping sehingga berjumlah lebih dari 100 orang.

"Tim dari Jawa Tengah ini merupakan yang pertama yang hadir di Bengkulu untuk meninjau langsung kondisi persiapan menjelang MTQN," katanya.

Untuk penyelenggaraan agenda nasional tersebut, Pemprov menganggarkan dana Rp32 miliar dan Biro Kesra Pemprov Bengkulu menjadi penanggung jawab utama kegiatan.

Panitia MTQN terbagi dalam beberapa bidang antara lain bidang satu yang bertanggung jawab terhadap penerangan, kesehatan dan informasi, bidang dua bertanggung jawab terhadap sarana prasarana fisik, bidang tiga menangani acara dan kesenian dan bidang empat bertanggung jawab terhadap musabaqoh dan kehakiman.

Baca Selengkapnya..

11 Januari 2010

KESENIAN TRADISIONAL "NANDEH" BENGKULU PUNAH

Bengkulu, 10/1 (ANTARA) - Salah satu kesenian dari kebudayaan masyarakat Bengkulu, yakni Nandeh, saat ini punah tergilas kesenian moderen, padahal sebelumnya sangat populer di mata masyarakat umum.

"Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.


Sekarang ini, tidak ada lagi warga penerus yang berprofesi sebagai pelakon Nandeh tersebut, sedangkan untuk menghidupkan kembali sulit mencari sejarah dan cerita budaya Nandeh itu.

Kesenian Nandeh, katanya, adalah seni bertutur atau berdongeng, untuk menghibur warga yang sedang dilanda musibah, baik ditinggal kerabat terdekat ataupun musibah alam.

Seorang pelakon Nandeh mirip dalang yang bercerita atau pun berdongeng kepada warga yang terkena musibah tersebut, sedangkan dongeng yang diceritakan bertemakan perjuangan dan kejayaan dari para nenek moyangnya terdahulu serta diselingi dengan cerita lucu, sehingga warga terhibur dan duka yang dialami menjadi terlupakan.

Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.

"Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang," katanya.

Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.

"Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan," katanya.

Menanggapi keadaan seperti ini Disbudpar Bengkulu mencoba membangkitkan kembali budaya-budaya lama agar dapat bertahan dan berkembang di Bengkulu, dengan mengadakan festival kesenian yang bertemakan "Menyibak Masa Lalu dan Membuka Tabir Masa Depan."
"Semua kesenain asal Bengkulu akan dipertontonkan pada kegiatan tersebut," tambahnya.

Baca Selengkapnya..

09 Januari 2010

PROMOSI WISATA BENGKULU GUNAKAN JARINGAN INTERNET

Bengkulu, 6/1 (ANTARA) - Promosi wisata Bengkulu ke depan akan menggunakan jaringan internet, dan menggelar lomba desain website pariwisata dengan melibatkan juri dari penyedia layanan jasa internet terkenal di dunia yaitu Google.

"Langkah itu dilakukan untuk menarik minat wisatawan manca negara berkunjung ke Provinsi Bengkulu, dengan obyek wisata andalan adalah kawasan Pantai Panjang," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Bengkulu Ir Ali Berti, Rabu.


Dalam lomba desain website, katanya, Pemprov Bengkulu mendatangkan juri lokal dan nasional, tetapi para teknisi perangkatnya didatangkan dari tenaga ahli Google.

"Kita sudah mengadakan kontak dengan perwakilan Google di Jakarta dan ternyata mendapat tanggapan cukup baik," katanya.

Bagi peserta membuat desain website yang paling bagus akan menjadi juara, namun penilaiannya dilakukan tidak hanya berdasarkan suguhan materi, tetapi dewan juri akan memberi nilai dalam kecepatan akses agar pengguna internet melihat model pariwisata Bengkulu.

Sebagai langkah awal promoosi wisata Bengkulu menggunakan akses pertemanan melalui jaringan dunia maya yaitu facebook, ternyata ribuan penggemar wisata Bengkulu sudah meng-update jaringan tersebut.

Situs tersebut dilengkapi dengan foto wisata dan keterangan lokasi.

Bagi juara karya website nanti, akan menjadi situs resmi pariwisata Bengkulu dan promosi lewat internet, karena dipandang paling efektif untuk mengakses semua orang dari berbagai kalangan dimanapun orang tersebut berada.

Progam ini merupakan salah satu kelanjutan dari peluncuran tahun kunjungan wisata Pantai Panjang yang ditandai dengan pawai ribuan kendaraan roda dua pada 1 Januari 2010.

Untuk menambah semaraknya promosi wisata di daerah ini juga akan dilakukan berbagai kegiatan tahun kunjungan wisata tersebut, agar menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung ke Pantai Panjang Bengkulu, baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Pantai Panjang ke depan dijadikan gerbang bagi para wisatawan, sebelum mengunjungi wisata-wisata lainnya seperti obyek wisata alam, sejarah dan budaya yang ada di kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu.

Dengan menggelar berbagai even yang menarik tersebut diharapkan para wisatawan menjadi betah mengunjungi Provinsi Bengkulu, karena ingin berlibur juga membutuhkan rasa kenyamanan dan pelayanan yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agustianto, mengatakan, untuk menunjang kegiatan promosi wisata Bengkulu akan digagas berbagai festival.

Festival yang akan ditampilkan antara lain Bengkulu Tempo Dulu dan Kini, semua segi kehidupan akan ditampilkan pada kegiatan tersebut mulai dari foto-foto tempo dulu, kebudayaan, hingga beraneka ragam makanan tradisional yang sebelumnya sempat hilang di jajanan pasar akan kembali dimunculkan, ujarnya.

Baca Selengkapnya..

23 Desember 2009

PEMKAB MUKOMUKO KEMBANGKAN WISATA PENYU

Bengkulu, 23/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Povinsi Bengkulu akan mengembangkan objek wisata penyu dan membangun wisata arung jeram pada 2010.

Dua lokasi objek wisata itu di Desa Retak Mudik dan Desa Air Berau, Kecamatan Ipuh mulai tahun depan akan dibangun sarana dan prasana pendukung antara lain rumah penginapan, sarana parkir dan sarana umum, kata Bupati Mukomuko Ichwan Yunus melalui Kabag Humas Yanzuri Nawawi, Rabu.


Pengembangan lokasi objek wisata penyu itu, karena merupakan wisata yang menjanjikan bagi para pecinta lingkungan untuk melestarikan satwa dilindungi termasuk berbagai jenis penyu yang sekarang terancam punah.

Habitat penyu yang sudah dilestarikan di Bengkulu baru di Kabupaten Mukomuko yaitu di Desa Retak Mudik, Kecamatan Ipuh atau sekitar lima jam perjalanan dari Utara Kota Bengkulu.

"Saya sudah beberapa kali melepaskan penyu hasil budidaya di daerah itu ke laut. Sekarang ada ratusan anak penyu langka dari berbagai jenis sedang dibudidayakan," katanya Ichwan Yunus seperti diutarakan Yanzuri.
Ia mengatakan, kawasan konservasi penyu di Kabupaten Mukomuko kini dilirik para wisatawan dana peneliti dari berbagai unversitas terkemuka di Indonesia, untuk meneliti habitat penyu.

Lokasi konservasi panyu di Mukomuko itu sampai sekarang belum ada fasislitas pendukung yang memadai antara lain rumah inap dan jalan.

Sarana di lokasi kawasan seluas 500 Ha itu masih merupakan hutan balantara. Bagi peneliti dari luar Bengkulu masih menggunakan tenda darurat di lokasi dan ada juga menginap di rumah penduduk.

Pemkab Mukomuko mengharapkan Pemprov Bengkulu untuk membantu rumah inap dan sarana lainnya di kawasan tersebut, sehingga menarik para pengunjung terutama para peneliti.

Pengelolaan lokasi itu masih dibiayai APBD Pemkab Mukomuko melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, namun tahun depan diharapkan ada bantuan dari Gubernur Bengkulu untuk menjaga kelestarian penyu tersebut.

Lokasi konservasi penyu tersebut juga sangat potensi dijadikan wisata pendidikan, karena satu-satunya di Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Kelompok Penyu Lestari Desa Retak Ilir Mukomuko Khairul Astra mengatakan, lokasi itu setiap bulan selalu dikunjungai para peneliti dari luar Bengkulu seperti ilmuwan dari Isntitut Pertanian Bogor (IPB) dan STP Jakarta.

Baru-baru ini di lokasi itu sudah dilepas sekitar 2.000 ekor anak penyu untuk dilestarikan, sedangkan sebelumnya ditetaskan 400 butir telur penyu jenis sisik sangat langka.

Penyu langka sudah ditakarkan di lokasi itu ada lima jenis yaitu penyu belimbing, hijau, ceper, hilem dan penyu sisik, namun untuk memperbanyak jenis penyu tersebut masih terkendala dana, katanya.

Baca Selengkapnya..

MASYARAKAT MUKOMUKO HIJAUKAN PESISIR PANTAI

Bengkulu, 22/12 (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menanam pohon penghijauan pantai yang mengalami pengikisan (abrasi).

"Penghijauan itu dengan menanam pohon aru di pesisir Pantai yang terkena abrasi dan di beberapa kawasan transmigrasi satuan pemukiman (SP) 10 di daerah itu," kata Ketua Komunitas Hijau Kabupaten Mukomuko Ade di Bengkulu, Selasa.


Masyarakat yang mengatasnamakan komunitas hijau itu, kata dia, menanam pohon penghijauan ribuan batang sebagai wujud kepedulian terhadap pesisir kabupaten itu yang mengalami abrasi.

Pesisir pantai yang terkena abrasi tersebut di desa Air Ubah dan Air Punggur Kecamatan Mukomuko dihijaukan supaya tidak meluas ke kawasan lain.

Di sepanjang pinggiran pantai sebagian jalan sudah amblas sehingga merusak infrastruktur jalan dan amblas sepanjang 500 meter yang saat ini dalam tahap perbaikan.

Ade menambahkan, dengan penanaman pohon itu diharapkan beberapa pinggiran pantai yang mengalami abrasi akan ditingkatkan penghijauannya.

Sebagai masyarakat yang peduli terhadap lingkungan maka harus melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat dikemudian hari.

Selain menjaga dan melestarikan lingkungan juga membantu dan membina para petani agar sumber daya manusia (SDM) meningkat.

Komunitas Hijau Mukomuko, melarang anggotanya menebang pohon dan merusak lingkungan agar tetap lestari.

Menurut dia, beberapa pinggiran sungai, danau, dan daerah aliran sungai (DAS) juga akan dihijaukan, dan minta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Baca Selengkapnya..

WALHI: PENGHILANGAN HUTAN PANTAI AKAN MENUAI BENCANA

Bengkulu, 23/12 (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu menilai penghilangan hutan pantai dengan berbagai kepentingan akan menuai bencana di kemudian hari apalagi Bengkulu termasuk daerah rawan gempa bumi dan tsunami.

"Justru dengan kondisi seperti saat ini Bengkulu rawan bencana alam, padahal luas atau volume hutan pantai Bengkulu perlu ditambah karena berfungsi melindungi daratan dari abrasi," kata Manager Kampanye Walhi Bengkulu Firmansyah, Rabu.


Hilangnya hutan di sepanjang 525 kilometer (Km) pantai Bengkulu akibat abrasi pantai dan kegiatan di berbagai sektor pembangunan baik pemukiman dan kegiatan industri seperti eksploitasi pasir biji besi.

Abrasi pantai mengakibatkan hutan pantai di Kabupaten Mukomuko habis sehingga menimbulkan abrasi atau pengikisan daratan yang sangat parah.

"Bahkan sebagian badan jalan lintas barat yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Barat sudah amblas," katanya.

Dari pantauan Walhi Bengkulu, kondisi hutan pantai yang kondisinya masih tergolong baik hanya terdapat di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.

Menurut dia, letak geografis Bengkulu yang memiliki panjang pantai lebih dari 500 Km amat rawan abrasi atau penyempitan daratan sehingga perluasan hutan pantai dan penanaman cemara pantai perlu ditingkatkan untuk mencegah hal tersebut.

Hampir di sepanjang pantai tersebut juga sudah dihuni masyarakat tujuh kabupaten yakni Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.

"Kondisi ini sebenarnya menjadi alasan yang cukup logis bahwa kawasan pesisir harus dilindungi dengan memperluas hutan pantai," katanya menjelaskan.

Kondisi di lapangan, menurut dia, justru berbeda, karena sejumlah pemerintah kabupaten (Pemkab) khususnya Kabupaten Seluma dan Kaur yang mengizinkan eksploitasi kawasan pesisir dengan alasan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari potensi tambang biji besi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Air Ketahun Provinsi Bengkulu Dodi Susanto mengatakan, pemeliharaan hutan di garis pantai sepanjang 500 Km di Provinsi Bengkulu mutlak dilakukan karena mampu mengurangi risiko bencana tsunami.

"Hasil penelitian dari tsunami Aceh, terbukti daerah yang hutan pantainya masih bagus, risiko tsunami bisa dikurangi," ujarnya.

Berdasarkan penelitian para ahli di Jepang, ketebalan hutan pantai 50 meter ke daratan bisa mengurangi dampak tsunami dengan ketinggian gelombang 30 meter.

Untuk itu, penghijauan kawasan pantai juga harus menjadi prioritas apalagi wilayah Bengkulu berada di sepanjang pantai Barat Sumatra yang rawan gempa dan tsunami.

"Hutan pantai Bengkulu perlu ditambah kerapatannya meski sebagian masih bagus, begitu juga kawasan hutan bakau (Mangrove) akan dipelihara dan direhabilitasi," katanya.

Baca Selengkapnya..

21 Desember 2009

RUMAH BUNG KARNO DIPADATI PENGUNJUNG

Bengkulu, 20/12 (ANTARA) - Objek wisata sejarah Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dipadati pengunjung yang menghabiskan akhir pekan dan menyambut Tahun Baru Hijriah.

Sebagian besar pengunjung tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan selama 1938 hingga 1942 di Bengkulu itu, berasal dari luar kota dan didominasi pelajar, kata juru rawat Persada Bung Karno dan Rumah Bung Karno Sugrahanudin, Minggu.


"Jumlah pengunjung hari ini meningkat pesat karena libur sekolah dan ada satu sekolah dari Provinsi Sumatra Selatan," katanya.

Pegawai honorer Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi iu mengatakan peningkatan jumlah pengunjung memang terjadi setiap akhir pekan.

Namun libur panjang menyambut Tahun Baru 1431 Hijriah membuat kenaikan jumlah pengunjung semakin tinggi.

"Kalau hari biasa hanya 10 sampai 15 orang, sedangkan hari libur sekitar 100 hingga 150 orang," katanya.

Sugrahanudin mengatakan, sebagian besar pengunjung Rumah Bung Karno adalah wisatawan domestik asal Pulau Jawa dan provinsi tetangga seperti Sumsel dan Lampung.

Untuk memasuki rumah bersejarah tempat Bung Karno sering menggelar pertunjukan tonil Monte Carlo tersebut, pengunjung harus membayar Rp2.500 per orang, tetapi bagi rombongan mendapat potongan menjadi Rp1.500 per orang.

Rudi, warga Kota Jakarta yang mengunjungi aset bersejarah tersebut mengatakan, tertarik untuk melihat rumah pengasingan Bung Karno karena di daerah ini juga Sang Proklamator tersebut bertemu dengan Ibu Negara Fatmawati.

"Saya tertarik untuk melihat kondisi tempat tinggal Bung Karno semasa di pengasingan, ternyata rumahnya besar dan menurut penjelasan penjaga, rumah ini adalah rumah paling mewah milik seorang saudagar China masa itu," katanya.

Baca Selengkapnya..

PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LEBONG TERKENDALA JALAN RUSAK

Bengkulu, 19/12 (ANTARA) - Bupati Lebong, Provinsi Bengkulu Dalhadi Umar mengatakan, untuk mengembangkan pembangunan kawasan objek wisata di kabupaten itu pada 2009 menghadapi kendala akibat kerusakan infrastruktur jalan sepanjang 13 kilometer.

"Kerusakan infrastuktur jalan provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Bengkulu Utara-Kabupaten Lebong mengalami kerusakan cukup parah sepanjang lebih kurang 13 kilometer," kata Dalhadi di Bengkulu, Sabtu.


Akibat kerusakan jalan itu pengembangan kawasan wisata yang akan dilakukan investor menjadi batal.

Kerusakan jalan sepanjang 13 kilometer tersebut hingga saat ini belum diperbaiki padahal semula direncanakan pembangunan secara bertahap pada 2001.

"Kami mengalami kesulitan mengembangkannya akibat jalan provinsi menuju Kabupaten Lebong mengalami kerusakan yang cukup banyak dan semakbelukar menutupi ruas jalan," ujarnya.

Ia menambahkan, jalur alternatif menuju kabupaten tersebut agar lebih dekat harus melawati jalan provinsi itu dibandingkan melewati Kabupaten Rejang Lebong yang waktu tempuh lebih jauh.

Jika melewati jalan penghubung Kabupaten Bengkulu Utara-Lebong hanya berjarak kurang lebih 90 kilometer atau waktu tempuh tiga jam dari arah utara Kota Bengkulu.

Sedangkan bila melewati Kabupaten Rejang Lebong jarak yang akan ditempuh kurang lebih 120 kilometer dan waktu perjalanan mencapai empat jam lebih.

Baca Selengkapnya..

GUBERNUR TETAPKAN 2010 SEBAGAI TAHUN KUNJUNGAN WISATA

Bengkulu, 19/12 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin menetapkan 2010 sebagai tahun kunjungan wisata Bengkulu khususnya untuk kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

"Kami akan resmikan tahun kunjungan Pantai Panjang saat menyambut Tahun Baru 2010 dengan berbagai kegiatan termasuk pesta kembang api," katanya di Bengkulu, Sabtu.


Pemprov juga merancang kegiatan safari kendaraan roda dua dan roda empat dan menyediakan sejumlah hadiah menarik bagi peserta.

Gubernur mengatakan, pengembangan kawasan wisata Pantai Panjang yang ditargetkan sebagai daerah tujuan wisata bertaraf internasional sudah diprogramkan sejak 2007.

"Sejumlah fasilitas sudah dibangun di kawasan Pantai Panjang untuk menunjang pariwisata internasional dan tahun kunjungan resmi akan kami fokuskan pada 2010," katanya.

Pantai dengan panjang lebih dari lima kilometer (km) itu memang memiliki potensi yang tidak kalah bagus dibanding kawasan pantai lain di Tanah Air, hanya saja kurang promosi, katanya.

Sejak dilakukan pembangunan sejumlah fasilitas seperti "jogging track" dan toilet, jumlah pengunjung semakin meningkat.

"Lampu jalan juga sudah dilengkapi sehingga saat malam hari pantai tetap bisa dikunjungi,"katanya.

Gubernur mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selain sektor pertanian dan ekonomi mikro.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agus Setiyanto mengatakan pontesi sektor pariwisata dan kebudayaan menjanjikan untuk dikembangkan.

"Apalagi Kota Bengkulu sudah termasuk dalam jaringan kota pusaka dengan sejumlah tempat peninggalan sejarah yang sangat bagus dikombinasikan dengan kekayaan alam," katanya.

Wisata sejarah yang bisa dinikmati di Kota Bengkulu antara lain benteng peninggaan Inggris, Fort Marlborough, rumah pengasingan Bung Karno di kawasan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dan rumah keluarga Fatmawati Soekarno di kawasan Penurunan Kota Bengkulu.

Baca Selengkapnya..

LEBONG PERBAIKI INFRASTRUKTUR JALAN WISATA

Bengkulu, 18/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, memperbaiki infrastruktur jalan menuju ke kawasan wisata sepanjang 42 kilometer di daerah itu pada 2009.

"Infrastruktur jalan yang menuju kawasan wisata sudah diperbaiki sepanjang 42 kilometer pada 2009 untuk membuka akses-akses pintu masuk dari ibu kota kabupaten," kata Bupati Lebong Dalhadi Umar di Bengkulu, Jumat.


Perbaikan infrastruktur itu, kata dia, menjadi prioritas dan pengerjaannya hingga saat ini sudah selesai.

Jalan menuju kawasan tersebut, seperti dari Kecamatan Tapus-Muara Aman, Lebong-Lebong Atas hingga menuju Kawasan wisata Air Putih.

Infrastruktur yang ada selama ini, masih dalam keadaan rusak terutama ruas jalan cukup banyak berlubang sehingga dapat membahayakan pengendara kendaraan roda dua.

Menurut dia, perbaikan itu untuk memudahkan wisatawan yang akan menuju beberapa kawasan objek wisata di daerah itu pada tahun berikutnya.

"Hal itu dilakukan supaya infrastruktur menuju kawasan wisata menjadi baik sehingga wisatawan yang datang ke daerah tersebut menjadi betah," ujarnya.

Beberapa jalan yang diperbaiki tersebut, seperti di Kecamatan Tapus-Muara Aman, Lebong-Lebong Atas menuju kawasan objek wisata di Desa Air Putih mencapai 42 kilometer.

Baca Selengkapnya..

OBJEK WISATA LUBUKLINGGAU SEPI PENGUNJUNG

Lubuklinggau, 18/12 (ANTARA) - Sejumlah lokasi objek wisata di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, memasuki liburan akhir pekan ini, Jumat masih sepi pengunjung.

"Masih sepi, apa lagi sekarang musim hujan membuat pengunjung malas datang ke sini," kata Udin, penjaga parkir di kawasan objek wisata Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Jumat.


Pada musim liburan sebelumnya para pengunjung yang datang ke tempat tersebut biasanya ramai. Mereka yang datang ke tempat ini umumnya masyarakat dari daerah itu dan sebagian lagi dari luar daerah, yang sekadar jalan-jalan atau ingin liburan menikmati keindahan kawasan objek wisata.

Kawasan objek wisata yang dibangun semasa pemerintahan Kolonial Belanda menguasai daerah ini pada 1941 merupakan bangunan induk irigasi yang berfungsi untuk mengatur pembagian air yang dialirkan ke daerah pertanian di Kecamatan Tugumulyo, Muara Beliti, Purwodadi serta kecamatan-kecamatan lainnya.
Sedangkan pantauan di lokasi wisata lainnya, objek wisata air terjun Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, juga tidak jauh beda dengan yang ada di kawasan Watervang. Kalau pun ada pengunjung yang datang itupun jumlahnya hanya sedikit.

"Di sini ramainya kalau hari lebaran saja, kalau hari libur biasa seperti ini pengunjung yang datang tidak terlalu banyak," kata Rusdi, petugas loket karcis objek wisata air terjun Temam.

Masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, kata dia kebanyakan memanfaatkan musim liburan berpergian ke luar daerah seperti Suban air panas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan pantai panjang Bengkulu yang dapat dijangkau masyarakat daerah ini dengan waktu tiga jam perjalanan darat.

Rendahnya animo masyarakat untuk memanfaatkan sarana wisata yang ada di daerah tersebut, karena belum didukung sarana dan prasana yang memadai.

Baca Selengkapnya..

OBJEK WISATA SUBAN AIR PANAS SEPI PENGUNJUNG

Curup, Bengkulu, 18/12 (ANTARA) - Kawasan objek wisata alam Suban Air Panas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada hari pertama liburan akhir pekan, Jumat masih sepi pengunjung.

"Meski hari ini libur kerja namun para pengunjung objek wisata yang cukup dikenal dengan air hangatnya ini masih sepi pengunjung," kata pengelola objek wisata Suban Air Panas Curup, Surya Johan, Jumat.


Ia mengatakan, kalau libur seperti hari ini (Tahun Baru Islam) atau hari libur nasional lainnya pengunjung objek wisata ini tidak ada pengaruhnya atau sama dengan hari biasa.

Kalaupun ada yang datang hanya puluhan orang, itupun orang sekitar Kota Curup. Biasanya pengunjung objek wisata pemandian air hangat ini akan melonjak pada waktu tahun baru dan Hari Raya Idul Fitri.

"Pengunjung akan membludak datang kesini pada waktu tahun baru dan hari lebaran Idul Fitri," ujarnya. Kebanyakan yang datang dari luar daerah, seperti Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang (Sumatra Selatan), Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Selain tempat rekreasi yang menyenangkan, air panas di objek wisata ini mengandung mineral untuk penyembuhan berbagai penyakit kulit, pegal linu dan rematik.

Di sekitar lokasi ini juga terdapat dua kolam renang, satu di antaranya khusus untuk air hangat.

Disamping itu pula terdapat air terjun yang indah dengan ketinggian mencapai 90 meter, airnya cukup jernih dan dingin. Di lokasi yang sama juga terdapat batu yang dianggap keramat yang diberi nama "Batu Menangis" oleh masyarakat setempat.

Konon kabarnya orang-orang tertentu membawa sejumlah hewan peliharaan dan menyembelihnya untuk mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salah seorang pengunjung Suban Air Panas, Ramadan dari Kota Curup mengatakan, bahwa ia datang ke objek wisata ini tidak lain hanya sekadar ingin mandi air hangat.

"Saya setiap minggu rutin datang ke sini bersama keluarga untuk mandi air hangat. Kebetulan kami tinggal di Kota Curup," kata Ramadan.

Baca Selengkapnya..

ARENA FESTIVAL TABOT DIPADATI PENGUNJUNG

Bengkulu, 18/12 (ANTARA) - Sehari setelah dibuka, arena festival Tabot di kawasan Tapak Paderi Kota Bengkulu dipadati pengunjung yang ingin melihat pasar murah di kawasan itu.

Hari libur memperingati Tahun Baru 1431 Hijriyah dimanfaatkan masyarakat Bengkulu untuk mengunjungi arena festival yang menggelar pasar murah itu.

"Kebetulan liburan jadi sambil jalan ke Pantai Tapak juga sekaligus melihat pasar murah," kata salah seorang pengunjung arena festival, Sami Haryati, Jumat.


Sami yang berkunjung bersama saudaranya berniat membeli sejumlah perabotan rumah tangga yang banyak dijual di arena festival.

Perabotan tersebut biasanya dibawa langsung dari daerah yang memproduksinya seperti peralatan makan berbahan kaca dan sejumlah guci dan pot bunga dari daerah Kuningan Jawa Barat.

Selain menggelar ritual Tabot selama tujuh hari berturut-turut, di arena festival juga disediakan lokasi untuk pedagang untuk menggelar pasar murah.

Pedagang yang biasanya mengadu keuntungan di Festival Tabot tidak hanya pedagang lokal tapi juga berasal dari luar provinsi.

Salah seorang pedagang Kain Tenun Songket asal Sumatra Selatan, Yetty mengatakan sudah dua kali menghadiri Festival Tabot Bengkulu untuk menjual kain tenun dan dagangannya cukup diminati pengunjung.

"Ini sudah ketiga kali saya berjualan di Festival Tabot dan penjualan lumayan tinggi dan tidak terlalu rugi untuk datang dari Palembang kemari,"katanya.

Festival Tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein, di Padang Karbala, Irak.

Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Hussein yang diarak masyarakat Bengkulu menuju lokasi yang disebut Kara Bela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.
Tahun ini, agenda selama sepuluh hari ini ini akan dikombinasi dengan Festival Reog dan Kuda Kepang serta Festival Nasyid.

Baca Selengkapnya..

SEJUMLAH LOKASI WISATA BENGKULU DIPADATI PENGUNJUNG

Bengkulu, 18/12 (ANTARA) - Sejumlah lokasi wisata di Bengkulu, Jumat ramai dikunjungi masyarakat yang menghabiskan liburan menyambut Tahun Baru Hijriah 1431.

Dari pantauan, dua lokasi wisata yang banyak didatangi masyarakat yaitu kawasan wisata Pantai Panjang dan Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.


Di lokasi wisata Pantai Panjang, ratusan masyarakat terlihat bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Salah seorang pengunjung asal Kota Bengkulu, Farhan mengatakan sengaja menghabiskan waktu liburan di pantai karena suasananya sangat mendukung untuk bersantai bersama kerabatnya.

"Suasana pantai ini sangat mendukung untuk 'refeshing' dan menghabiskan waktu bersama keluarga karena jarang sekali secara bersamaan kami punya waktu luang,"katanya.

Pengunjung pantai yang memanjang hingga lima kilometer itu tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu tapi juga masyarakat dari luar kota bahkan luar provinsi.

Peningkatan kunjungan ini tentu menjadi berkah bagi pedagang di kawasan wisata itu.

Salah seorang pedagang kelapa muda dan mie ayam, Harto mengatakan pada hari libur seperti ini omzet bisa meningkat hingga 300 persen.

Peningkatan jumlah pengunjung juga terlihat di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah yang hanya berjarak tiga kilometer dari pusat Kota Bengkulu.

Pemandangan danau yang sejuk sekaligus bisa dijadikan lokasi memancing membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi saat hari libur.

Pedagang jagung bakar dan minuman ringan di Danau Dendam, Santi mengatakan setiap hari libur seperti saat ini jumlah pengunjung selalu meningkat bahkan pihaknya tidak mampu menampung pengunjung.

"Kalau hari libur banyak yang tidak kebagian kursi karena jumlah pengunjung sangat ramai,"katanya.

Penambahan jumlah pengunjung juga membuat pihaknya harus bekerja keras untuk mengumpulkan sampah karena Danau Dendam Tak Sudah yang merupakan kawasan konservasi atau cagar alam yang menjadi tempat tumbuh sejumlah flora langka seperti Anggrek Pensil (Vanda hookerina).

Baca Selengkapnya..

GUBERNUR BENGKULU BUKA FESTIVAL TABOT 2009

Bengkulu, 18/12 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, Kamis (17/12) malam, membuka secara resmi agenda tahunan menyambut Tahun Baru Hijriah, Festival Tabot 2009.

Festival Tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru 1431 Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW Amir Hussain di Padang Karbala Irak.


Meski diguyur hujan lebat, pembukaan yang berlangsung di lapangan Pasar Baru Koto Kampung itu dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan pelepasan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) untuk mengambil tanah sebagai tanda dimulainya ritual Tabot.

"Saya mengucapkan terimakasih untuk Keluarga Tabot yang tetap mempertahankan tradisi ini walaupun tanpa dukungan pemerintah tetap dilaksanakan," kata Gubernur mengawali sambutannya.

Ritual Tabot sudah dilaksanakan masyarakat Bengkulu sejak abad ke 13 dan menjadi agenda tahunan bahkan masuk dalam kalender wisata nasional.

Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Amir Hussain yang diarak masyarakat Bengkulu menuju lokasi yang disebut Kara Bela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.
"Semoga tradisi ini tetap dipertahankan, selain untuk meningkatkan keimanan kita juga menjadi salah satu aset budaya Bengkulu," kata Gubernur.

Setiap tahun ribuan orang dari kabupaten/kota dipastikan memadati arena festival yang tahun ini digelar di Tapak Paderi Kota Bengkulu selama sepuluh hari sejak 17 hingga 27 Desember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agus Setiyanto dalam sambutannya mengatakan warisan leluhur untuk menggelar ritual Tabot yang sudah berganti nama menjadi Festival Tabot kiranya tetap dipertahankan oleh seluruh masyarakat Bengkulu.

Selain diisi dengan pertunjukan tari yang menjadi bagian dari ritual Tabor, pembukaan Festival Tabot juga diisi dengan agenda pembacaan puisi oleh sejumlah kepala daerah dengan tajuk Maharaja Disastra.

Puncak festival Tabot ditandai dengan pembuangan Tabot ke Kara Bela sebagai pertanda pemakaman cucu Nabi Muhammad SAW Amir Hussein, dan diiringi ribuan masyarakat Bengkulu.

Tahun ini, kata Agus, agenda selama sepuluh hari ini ini akan dikombinasi dengan Festival Reog dan Kuda Kepang serta Festival Nasyid.

"Kami ingin festival tahunan ini bisa menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara lebih banyak lagi dari tahun ke tahun,"katanya.

Agus mengatakan agenda tahunan ini strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memajukan pariwisata Bengkulu.

Baca Selengkapnya..

BENGKULU GELAR FESTIVAL TABOT SAMBUT 1 MUHARAM

Bengkulu, 17/12 (ANTARA) - Masyarakat Bengkulu menggelar festival Tabot untuk menyambut Tahun Baru 1431 Hijriyah atau 1 Muharam.

"Ritual Tabot ini juga untuk memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Amir Hussain, di Padang Karbala Irak," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agus Setiyanto, Kamis.


Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Amir Hussain yang diarak masyarakat Bengkulu menuju Kara Bela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.
Ribuan orang dipastikan memadati arena festival yang tahun ini digelar di Tapak Paderi Kota Bengkulu selama sepuluh hari sejak 17 hingga 27 November.

"Puncaknya ditandai dengan pembuangan Tabot ke Kara Bela sebagai pertanda pemakaman cucu Nabi Muhammad SAW Amir Hussein,"jelasnya.

Ritual Tabot yang sudah berganti nama menjadi Festival Tabot dibuka Kamis malam oleh Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin yang ditandai dengan melepas Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) untuk memulai rangkaian ritual Tabot.

Festival Tabot untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah dan memperingati gugurnya cucu Nabi MUhammad SAW Amir Hussain di Padang Karbala Irak sudah digelar masyarakat Bengkulu sejak abad ke 13 dan menjadi agenda tahunan serta masuk dalam kalender wisata nasional.

Tahun ini, kata Agus, agenda selama sepuluh hari ini ini akan dikombinasi dengan Festival Reog dan Kuda Kepang serta Festival Nasyid.

Festival Tabot selain melangsungkan upacara ritual membuang Tabot ke Kara Bela, kawasan yang mencerminkan Padang Karbala di Irak, juga diisi festival seni dan tari masyarakat Bengkulu.

"Kami ingin festival tahunan ini bisa menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara lebih banyak lagi dari tahun ke tahun,"katanya.

Agus mengatakan agenda tahunan ini strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memajukan pariwisata Bengkulu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menganggarkan dana Rp500 juta untuk menggelar agenda tahunan Festival Tabot yang berlangsung pada 17 hingga 27 Desember 2009.

Baca Selengkapnya..

DISPARBUD MULAI GELAR RANGKAIAN FESTIVAL TABOT 2009

Bengkulu, 16/12 (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Bengkulu mulai menggelar rangkaian acara untuk menyambut Festival Tabot yang resmi akan dibuka Kamis (17/12).

"Mulai hari ini sudah dimulai rangkaiannnya dengan berbagai lomba seperti lomba melukis tingkat SD yang hari ini digelar di Benteng Marlborough," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Agus Setiyanto, Rabu.


Pembukaan festival tahunan itu akan dilaksanakan pada Kamis malam di lapangan Tapak Paderi Bengkulu dengan melepas Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) untuk memulai rangkaian ritual Tabot.

Sebelumnya Disparbud provinsi juga telah melakukan rakor tentang peningkatan sektor pariwisata di Jakarta yang dibuka langsung Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Perekonomian, Hatta Radjasa.

Festival Tabot untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Amir Hussain di Padang Karbala Irak, sudah menjadi agenda tahunan masyarakat Bengkulu bahkan sudah masuk dalam kalender wisata nasional.

Pada tahun ini agenda selama sepuluh hari ini akan dikombinasi dengan Festival Reog dan Kuda Kepang serta Festival Nasyid. Festival Tabot selain melangsungkan upacara ritual membuang Tabot ke Kara Bela, kawasan yang mencerminkan Padang Karbala di Irak juga di isi festival seni dan tari yang ada di masyarakat Bengkulu.

"Kita ingin festival tahunan ini bisa menarik kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara lebih banyak lagi dari tahun ke tahun," katanya.

Agus mengatakan, pihaknya mulai gencar melakukan promosi agenda tersebut baik melalui media lokal maupun nasional sehingga acara tersebut bisa menarik kunjungan wisatawan sekaligus memajukan pariwisata Bengkulu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menganggarkan dana Rp500 juta untuk menggelar agenda tahunan Festival Tabot yang berlangsung 17 hingga 27 Desember 2009.

"Dana yang diplot ini sudah termasuk seluruh penyelenggaraan mulai dari perlengkapan panggung dan seluruhnya selama 10 hari pelaksanaan festival," katanya.

Baca Selengkapnya..

19 Desember 2009

POLISI TETAPKAN KADIS PARIWISATA TERSANGKA DANA RETRIBUSI

Curup, Bengkulu, 13/12 (ANTARA) - Polisi Resort (Polres) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menetapkan kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rejang Lebong sebagai tersangka dugaan penyimpangan dana retribusi objek wisata Danau Mas Harun Bastari.

"Kita sudah melayangkan surat pemanggilan kepada Suardi Rusin dengan status sebagai tersangak, tapi dia tidak datang," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Umar Sahid, kepada wartawan, Minggu.


Ia mengatakan pemanggilan terhadap tersangka Suardi Rusin, disampaikan Kamis (10/12), namun yang bersangkutan tidak datang tanpa alasan jelas.

Untuk itu pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan yang kedua. "Jika tersangka tidak juga hadir, bukan tidak mungkin akan dilakukan upaya pemanggilan paksa," tegas Umar Sahid.

Ditetapkanya Suardi Rusin sebagai tersangka, setelah pihak Polres Rejang Lebong menerima surat pengaduan dari salah seorang masyarakat yang menyebutkan kepala dinas telah melakukan pemotongan dana setoran retribusi Danau Mas Harun Bastari.

Pemotongan yang dilakukanya hingga mencapai 65 persen setiap bulan. Sedangkan jumlah setoran retribusi untuk PAD itu sendiri mencapai tiga juta rupiah setiap bulan.

Selain dana retribusi, tersangka juga tidak pernah menyetorkan hasil sewa gedung diklat di kawasan Danau Mas Harun Bastari.

Berdasarkan laporan itulah kata Kapolres, melalui petugas Reskrim Polres Rejang Lebong, mulai melakukan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan empat orang staf pariwisata dan kebudayaan.

Selain melakukan pemeriksaan petugas Reskrim juga langsung turun ke lokasi untuk mencari kebenaran laporan tersebut.

Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan cukup panjang kepada para saksi akhirnya penyidik menyimpulkan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Rejang Lebong, Suardi Rusin sebagai tersangka utama.

Menyikapi hal itu, sekretaris kabupaten (Sekkab) Rejang Lebong, Tarmizi Usuludin langsung bersikap serius.

Menurutnya ia sudah memerintahkan kepada Suardi Rusin, agar memenuhi panggilan tersebut.

"Sebagai aparatur pemerintah seharusnya dia tidak mengabaikan panggilan itu. Kita harus taat hukum," tegas Tarmizi Usuludin.

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka kata dia, jabatanya sebagai kepala dinas belum akan di copot, kecuali sudah ada putusan tetap dari pengadilan.

Baca Selengkapnya..

GERAKAN BERSIH PANTAI BENGKULU TERUS DILAKUKAN

Bengkulu, 11/12 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin mengatakan gerakan bersih pantai yang ada di Kota Bengkulu terus dilakukan agar tetap bersih pada 2010.

Ia di Bengkulu, Jumat mengatakan hal itu dilakukan untuk menjaga pantai tetap bebas dari sampah dan pasir laut, atau selalu bersih, sehingga wisatawan betah berkunjung ke daerah ini.

"Kami akan terus mengupayakan gerakan bersih di 15 kilometer di sepanjang pantai Panjang hingga Air Hitam, Kota Bengkulu," katanya.


Menurut dia, pengelolaan dan kebersihan Pantai Panjang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu menjaga keindahannya.

Agar pantai terjaga kebersihannya, kata dia pemprov sudah mengerahkan 38 dinas dan badan untuk dilibatkan secara rutin.

Kebersihan kawasan objek wisata pantai sudah dilakukan setiap pekan secara bersama-sama oleh dinas/instansi setempat.

Setiap tahun, kata dia, wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung selalu meningkat, sehingga menjadi prioritas untuk menjaga kebersihan pantai.

Agusrin menambahkan, pengelolaan tempat berjualan bagi UKM (uasaha kecil menengah) di sepanjang pinggiran pantai akan ditata dengan baik dan dibuat tempat khusus.

Tempat itu akan dimanfaatkan penjual souvenir dan penjual makanan khas Bengkulu lainnya yang selama ini hanya ada di beberapa lokasi.

Hal tersebut, kata dia untuk mengenal produk unggulan dan kuliner yang berasal dari daerah setempat, sekaligus ketika wisatawan berkunjung atau tamu yang datang dapat membeli untuk dijadikan buah tangan.

Pemprov Bengkulu sangat mendukung apabila ada warga setempat yang ingin membuka usaha seperti makanan, souvenir tabot, dan usaha lainnya.

"Jika ada warga yang akan membuka usaha, pemprov akan mendukung dan memberikan bantuan modal, sehingga lahan yang tidak bermanfaat dapat digunakan," katanya.

Baca Selengkapnya..

PANTAI BENGKULU TERCEMAR LIMBAH BATU BARA

Bengkulu, 11/12 (ANTARA) - Pantai Pasar Bengkulu, Kota Bengkulu dan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Utara, tercemar limbah batu bara, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu Edi Nevian.

"Pencemaran di sepanjang pinggir pantai di dua kabupaten/kota itu hingga saat ini masih terjadi dan harus dilakukan upaya untuk mengatasinya agar tidak menyebar ke pantai lain," katanya di Bengkulu, Jumat.


Pencemaran itu sudah berlangsung cukup lama dan terus menyebar ke pinggir pantai serta masuk ke Sungai Air Bengkulu.

Limbah batu bara itu, menurut dia, dibawa dari sungai tersebut masuk ke pantai.

Akibat limbah itu, pasir pantai menjadi kotor dan air laut menjadi keruh setelah hujan serta ekosistem laut menjadi rusak.

Di sepanjang pinggir pantai, terumbu karang sudah tertimbun limbah batu bara dan nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

Kondisi ini, seharusnya tidak dibiarkan berlarut dan perlu dilakukan upaya yang nyata agar ekosistem laut menjadi baik kembali.

Sebagai langkah antisipasi awal, sebagian masyarakat yang berada sekitar Sungai Air Bengkulu mengambil batu bara itu dan dijual ke penampung.

"Limbah batu bara dibawa air ke pinggir pantai karena di ulu sungai ada penambangan batu bara yang masih beroperasi," ujarnya.

Edi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar terbaik agar pantai tidak tercemar.

Baca Selengkapnya..

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP