291 JAMBAR NASI KUNYIT DISERBU WARGA BENGKULU
Bengkulu, 17/3 (ANTARA) - Sebanyak 291 tempat (Jambar) nasi kunyit ayam panggang yang disajikan memeriahkan HUT ke 291 Kota Bengkulu diserbu warga masyarakat yang menghadiri puncak peringatan HUT tersebut, Rabu.
Deretan jambar yang disiapkan seluruh dinas dan badan serta kecamatan dan Puskesmas di Kota Bengkulu langsung diserbu warga yang sejak pagi sudah menunggu di sekitar halaman kantor Wali Kota Bengkulu.
Jambar nasi kunyit yang diistilahkan masyarakat Bengkulu "mecah nasi jambar" sebelum dibagikan kepada masyarakat terlebih dahulu dilakukan pembacaan ayat suci Al Quran dan sambutan dari Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu H Efendi.
Nasi jambar kunyit ayam panggang yang terbuat dari beras ketan dan kunyit tersebut melambangkan eratnya persatuan dalam membangun daerah untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan.
"Selain rasa syukur atas apa yang sudah dicapai selama ini, nasi kunyit ayam panggang juga melambangkan eratnya persatuan dari seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kota Bengkulu menjadi lebih baik," katanya.
Perayaan HUT Kota Bengkulu yang mengagendakan pembagian nasi jambar tersebut baru pertama kali dilaksanakan.
Efendi mengatakan, acara adat tersebut biasanya dilakukan pada saat acara pesta pernikahan, membayar nazar, pemberian gelar adat, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara keagamaan dan adat lainnya.
"Sebab masyarakat Bengkulu hidup dalam adat bersendi syarat dan syarat bersendi Khitabullah," terangnya.
Setelah penyampaian sambutan dari Ketua BMA, persembahan sarapal anam, atau grup rebana yang dimainkan kaum pria mengiringi pemotongan nasi jambar kunyit ayam bakar yang dipimpin Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, disaksikan oleh Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedy dan seluruh unsur muspida.
Lalu nasi tersebut dimakan bersama dan dibagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedy, usai melakukan 'mecah nasi jambar' mengatakan, acara tersebut sebagai lambang rasa syukur atas apa yang sudah dicapai Kota Bengkulu dalam 291 tahun ke belakang dan diharapkan pembangunan ke depan dilakukan dengan kebersamaan.
"Semangat otonomi daerah juga adalah semangat partisipasi dari masyarakat untuk membangun kota ini," katanya.
Ia mengatakan, tiga pilar pembangunan yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan masih menjadi fokus utama yang diharapkan mampu membawa masyarakat Kota Bengkulu menjadi masyarakat yang cerdas, sehat dan makmur.