HIV/AIDS MERATA DI 10 KABUPATEN/KOTA
Bengkulu, 18/3 (ANTARA) - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bengkulu, Arna Maretha mengatakan 'penyebaran' HIV/AIDS sudah merata di 10 kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu.
"Tidak ada daerah yang bebas dari HIV/AIDS, semuanya sudah terjangkit, jadi ini yang membuat kami bekerja keras untuk membentuk Komisi Penanggulangan AIDS di seluruh kabupaten/kota," katanya, Kamis.
Kondisi ini menuntut penanggulangan terhadap penyebaran virus mematikan itu harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak yang dikoordinir oleh KPA provinsi.
Arna mengatakan pihaknya sudah berhasil membentuk KPA di 10 kabupaten/kota yang artinya penanggulangan HIV di tingkat kabupaten sudah bisa dioptimalkan.
Sebanyak 10 kabupaten/kota yang sudah membentuk KPA yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Seluma, dan Kaur.
Menurut dia, dukungan pemerintah kabupaten/kota terhadap penanggulangan bahaya AIDS sudah mengalami kemajuan, terlihat dari komitmen pembentukan KPA di tiap kabupaten/kota tersebut.
"Kami merasakan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota sangat besar untuk membantu kami membentuk seluruh KPA di wilayah masing-masing, sehingga penanggulangan AIDS bisa dilakukan secara bersama-sama," katanya.
Selanjutnya, masing-masing KPA akan menyusun program yang diutamakan pada penyuluhan bahaya narkoba dan kaitannya dengan HIV/AIDS.
Arna mengatakan penggunaan narkoba sangat erat kaitannya dengan penularan virus HIV/AIDS di Bengkulu.
Penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian menduduki peringkat pertama mencapai 75 persen dalam penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu.
"Penggunaan jarum suntik bergantian menjadi faktor utama penularan virus HIV/AIDS, kemudian seks bebas berada di urutan kedua," katanya.
Peningkatan jumlah penderita HIV di Bengkulu tergolong tinggi di mana setiap bulan tujuh hingga sepuluh orang diketahui menjadi pengidap baru melalui tes di RSUD setempat.
Arna mengatakan penyebaran virus HIV/AIDS di Bengkulu cukup mengkhawatirkan jika dilihat dari data 2003 hingga 2009.
Pada 2003 ada empat orang, 2004 dua orang, 2005 sembilan orang, 2006 sebanyak 28 orang, 2007 ada 22 orang, 2008 meningkat menjadi 44 orang dan 2009 sebanyak 56 orang," katanya.
Pihaknya memperkirakan ke depan, penularan HIV akan lebih banyak melalui hubungan seks bebas termasuk melalui pelacuran.
"Karena kalau dari narkoba, kepolisian sudah gencar memberantas dan bisa dilihat secara fisik ciri-ciri pemakai narkoba itu, tapi kalau melalui hubungan seks tidak ada indikasinya," katanya.