PEMKAB MUKOMUKO BELUM PUTUSKAN RASKIN 2010
Bengkulu 10/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak jatah beras bagi warga miskin (raskin) untuk 6.525 rumah tangga sasaran (RTS) yang dialokasikan pemerintah pusat.
"Kami belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak seperti tahun sebelumnya, karena belum ada keputusan dari bupati," kata Asisten II Sekretaris Kabupaten Mukomuko Kasmidi saat dihubungi melalui telpon, Rabu.
Kabupaten ini sudah menolak pagu raskin sejak tiga tahun terakhir dengan alasan bahwa program raskin akan membuat petani di daerah itu tidak produktif dalam mengolah lahan mereka.
Kebijakan tersebut menurut Kasmidi di satu sisi sangat positif untuk memacu petani agar tetap mengolah lahan pertanian yang sebagian sudah dialihkan menjadi areal kebun sawit.
"Bupati tidak ingin petani menelantarkan lahan sawah atau diganti dengan sawit, sehingga raskin ditolak, dengan harapan petani akan tetap menanam tanaman pangan khususnya padi," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu Arifin Daud meminta agar Pemkab Mukomuko mempertimbangkan pagu raskin yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di daerah setempat.
"Sebaiknya dipertimbangkan karena masih banyak keluarga miskin di daerah itu, dan pertimbangan lain karena harga beras saat ini sangat tinggi," katanya.
Menurut dia, raskin sangat bermanfaat bagi mereka yang berpenghasilan rendah, terutama masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian seperti nelayan atau hanya sebagai buruh perkebunan maupun buruh bangunan.
Selain itu, kata dia, program tersebut juga merupakan program nasional yang seharusnya bersama-sama disukseskan oleh pemerintah daerah.
"Ini ketiga kalinya Pemkab Mukomuko menolak raskin dengan alasan tidak ingin membuat masyarakat malas mengolah lahan, tapi masalahnya bagaimana dengan masyarakat yang tidak punya lahan seperti nelayan dan lainnya," katanya.
Sementara itu, jatah raskin untuk Provinsi Bengkulu pada 2010 yang sudah ditetapkan gubernur pada 19 Januari lalu sebanyak 18.813 ton untuk 120.602 RTS.
Jumlah raskin dan penerima pada tahun ini berkurang dari data pada 2009 sebanyak 23.880 ton dengan penerima 140.626 RTS.
"Jumlah raskin per RTS juga berkurang dari 15 kilogram menjadi 13 kilogram, tapi harganya tetap sama Rp1.600 per kilogram," katanya.