GUBERNUR BENGKULU PERTAHANKAN PT PATHAWAY INTERNASIONAL
Bengkulu, 4/1 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin tetap membela dan mempertahankan PT Pathaway Internasional (PI) untuk mengerjakan pengerukan pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, meski DPRD setempat mendesak agar pengerukan diserahkan kepada PT Pelindo II.
"Investor tersebut sudah banyak mengeluarkan dana, dan mereka juga kini sudah mendatangkan sejumlah kapal keruk untuk menyelesaikan pekerjaan. Jadi tidak mungkin dibatalkan," kata Gubernur Agusrin di Bengkulu, Senin.
Ia menjelaskan, PT PI itu sudah berjanji akan menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang ditetapkan, dan mereka akan bekerja profesional dan tidak mau rugi jika dibatalkan secara sepihak.
"Jika pengerukan itu diserahkan ke PT Pelindo II akan tidak efektif, karena hanya dijadikan proyek sesuai anggaran yang diberikan. Saya malah kuatir jika dikerjakan Pelindo tidak akan tuntas juga, karena bergantung dana anggaran negara," katanya.
Menurut dia, PT PI sebelum mengerjakan proyek pengerukan itu sudah melakukan pengkajian secara matang, namun, belakangan ini terhambat atau terhenti sementara pekerjaannya, kapal keruk perusahaan tersebut tenggelam menuju Bengkulu.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Ahmad Zarkasi minta agar pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi ditangani PT Pelindo II, sebab pengerukan yang dilaksanakan PT PI tidak berhasil, bahkan membuat alur semakin kritis.
"Kanyataannya pekerjaan PT PI sama sekali tidak mampu membuat alur kian lancar untuk dilewati kapal-kapal bahkan kian kritis dan gundukan pasir semakin tinggi," katanya.
Kondisi alur saat ini kian kritis dengan kedalaman minus empat meter sehingga membahayakan bagi kapal. Saat ini kapal yang keluar dan masuk pelabuhan terpaksa menggunakan jalur alam selebar 25 meter dengan panjang 1,9 km dan dipandu oleh Administrator Pelabuhan (Adpel).
Akibatnya, pasokan bahan kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) seperti beras, gula dan bahan bakar minyak (BBM) ke Bengkulu menjadi terhambat. Begitu juga pengiriman komoditas dari Bengkulu seperti minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO), dan batu bara.
PT Pelindo II Cabang Bengkulu menyatakan bersedia mengerjakan pengerukan karena sudah mengangarkan dana senilai Rp33 miliar pada 2009.
Sementara itu Asisten II Pemprov Bengkulu Fauzan Rahim menambahkan, PT Pathaway tetap melakukan pengerukan alur, karena sudah mendatangkan kapal keruk dari Malaysia.
"Mereka masih melakukan pengerukan dengan kapal hopper, dalam waktu dekat akan didatangkan kapal keruk jenis cutter untuk mengeruk alur hingga kedalaman 10 meter," katanya
Alur masuk Pelabuhan Pulau Baai memerlukan pengerukan secara rutin agar berfungsi dengan baik.
Hal itu yang menjadi dasar kebijakan Pemprov Bengkulu menggunakan investor yang bisa mengelola Pelabuhan Pulau Baai termasuk memastikan alur tidak mengalami pendakalan dengan engerukan rutin, katanya.