09 Januari 2010

GUBERNUR: BENGKULU BUTUH INVESTOR DIBIDANG WISATA

Bengkulu, 2/1 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin mengatakan, daerah ini memerlukan investor yang ingin menanamkan modalnya disektor wisata, karena potensinya cukup besar dan bernilai jual tinggi.

Bila ada investor ingin menanamkan modalnya disektor wisata di Bengkulu, akan diberikan berbagai kemudahan terutama perizinan, lokasi dan keamanan, katanya di Bengkulu, Sabtu.


"Kami membuka peluang bagi investor yang ingin menanamkan usahanya di sektor pariwisata, bila perlu perizinannya digratiskan," kata gubernur didampingi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) provinsi Bengkulu Ir Ali Berti.

Menurut dia, investor itu bebas memilih untuk berusaha disektor mana dalam menarik wisata ke daerah ini, boleh bidang perhotelan, rumah makan atau mengelola obyekwisata secara khusus.

"Pengusaha jangan ragu menanamkan modalnya di Bengkulu, karena saya menjamin bila pengusaha itu rugi seluruh asetnya akan dibeli oleh Pemda Provinsi termasuk kerugiannya dikembalikan," jelasnya.

Provinsi Bengkulu mulai tahun 2010 memprioritaskan program pengembangan wisata Internasional, sehingga seluruh potensi obyek wisata di daerah ini akan digarap secara profesional.

Karena potensinya cukup besar dan bernilai jual tinggi, obyek wisata andalan Bengkulu saat ini wisata alam, budaya, mesium dan wisata air lainnya.

Wisata alam terdapat puluhan air tejun dan sungai dalam kawasan hutan alami, sedangkan budaya Tabot diperingati setiap tahun dan budaya mesium ada sebuah Benteng besar bersejarah peninggalan kerajaan Inggris yaitu Benteng Marlbourogh.

Selain itu, katanya Bengkulu memiliki pulau terluar yaitu Pulau Enggano yang kaya berbagai potensi baik wisata alam, laut dan wisata buru, karena daerah itu memiliki raturan kerbau dan sapi liar peninggalan kolonial Belanda.

"Kami sementara ini tidak menerima investor disektor perkebunan, karena akan memprioritaskan program revitalisasi perkebunan (Rekbun) kelapa sawit dan karet," katanya.

Dalam program tersebut Bengkulu mendapatkan investasi sebesar Rp6 triliun, dengan sasaran 60 ribu hektare tanaman kelapa sawit yang melibatkan 30 ribu kepala keluarga (KK) petani.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP