17 Desember 2009

WARGA ENGGANO KELUHKAN JALAN PUTUS ANTARA DESA

Bengkulu, 14/11 (ANTARA) - Warga di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara mengeluhkan lambannya Pemda setempat memperbaiki jalan putus sepanjang 2 km yang menghubungkan Desa Kaana dan Desa Malakoni.
"Sementara jalan alternatif tidak ada, untuk roda dua sering lewat pinggir pantai kalau tidak lagi pasang, selain itu harus lewat jalan rusak ini,"kata Koordinator Kepala Suku Enggano Rafli Zen Kaitora, di Bengkulu, Sabtu.



Rafli mengatakan masyarakat semakin kecewa karena jalan tersebut sudah rusak sejak 7 bulan lalu dan pihaknya sudah beberapa kali menginformasikan ke Pemkab Bengkulu Utara bahkan ke Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin.
Surat permohonan agar perbaikan jalan tersebut segera dilakukan juga disampaikan ke DPRD Kabupaten Bengkulu Utara dan DPRD Provinsi Bengkulu namun hingga saat ini belum ada tanggapan.
"Kami ini masih bagian dari NKRI jadi wajar kalau meminta kepada pemerintah agar jalan ini diperbaiki, panjangnya hanya 2 Km tapi kondisinya sangat parah,"katanya.
Jalan tersebut kata dia merupakan satu-satunya akses masyarakat menuju Pelabuhan Fery Raja Enggano di Malakoni.
Kerusakan jalan membuat biaya angkutan melonjak tinggi, khususnya untuk angkutan hasil bumi seperti kakao dan melinjo.
"Ongkos per karung kakao dan melinjo mencapai Rp50 ribu per karung, itu hanya dari antar desa ke pelabuhan, belum lagi ongkos kapal,"katanya.
Selain menjadi urat nadi perkeonomian masyarakat, jalan tersebut juga menghubungkan enam desa di Kecamatan Enggano, yaitu Desa Kahyapu, Kaana, Malakoni, Apoho, Meok dan Banjarsari.
Rusaknya jalan tersebut praktis menyusahkan masyarakat di Desa Malakoni, Apoho, Meok dan Banjarsari untuk keluar masuk desa.
Pembangunan jalan terakhir kali dilakukan pada tahun 2006 namun saat ini sudah rusak lagi.
"Mungkin kualitas pekerjaanya kurang, atau asal jadi jalan saja, jalan itu tidak terlihat lagi batunya, sudah tanah bentuk kubangan,"katanya.
Rafli berharap Pemda segera mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan tersebut sebelum masyarakat setempat melakukan aksi unjuk rasa,"katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP