PEMPROV BENGKULU MINTA JEMBATAN BATU BARA DITUNTASKAN
Bengkulu, 14/11 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu meminta pembangunan jembatan penyeberangan kendaraan pengangkut batu bara dan barang segera dituntaskan menyusul batas waktu hampir berakhir pada Desember 2009.
"Kami meminta pihak pelaksana segera menuntaskan pekerjaan tersebut karena waktunya hampir habis dan pekerjaan belum terlihat akan selesai," kata Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu, Fauzan Rahim di Bengkulu, Sabtu.
Pekerjaan itu, kata dia, harus segera dituntaskan karena akan digunakan untuk penyeberangan kendaraan pengangkut batu bara dan barang lainnya menuju pelabuhan laut pulau Baai Kota Bengkulu.
Jembatan yang berada di Kecamatan Kembang Seri, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu sebagai penyeberangan untuk kendaraan besar yang mengangkut muatan di atas sepuluh ton.
Pelaksanaan pembangunan sudah dimulai pada beberapa bulan yang lalu dan hingga pada saat ini belum tuntas.
Infrastruktur itu, dibangun untuk menghindari terjadinya kerusakan jalan provinsi yang ada di dalam kota.
Kondisi jalan provinsi tersebut, hingga saat ini masih terus dalam perbaikan dan jembatan itu untuk mengantisipasi kerusakan supaya tidak terulang lagi.
"Sesuai dengan kontrak, pekerjaan tersebut telah selesai pada awal November 2009 dan kenyataannya masih dilakukan pengerjaan," ujarnya.
Fauzan menambahkan, dana yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan proyek itu, mencapai miliaran dan masih tahap pengerjaan.
Pembangunan jembatan tersebut, merupakan jalur khusus untuk kendaraan pengangkut hasil tambang dan komoditas lainnya seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Selama ini, infrastruktur mengalami kerusakan akibat kendaraan yang ada kapasitas muatan melebihi daru ketentuan yang ada, yakni di atas sepuluh ton.