BI BENGKULU ADAKAN SOSIALISASI HADAPI GEMPA
Bengkulu, 14/11 (AMTARA) - Keluarga besar Bank Indonesia (BI) Bengkulu melakukan sosialisasi menghadapi gempa bumi di lingkungan gedung kantor perbankan itu, mengingat selama 2009 telah tercatat 1.300 kali gempa terjadi di provinsi itu.
Bengkulu merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Sumatra. Untuk itu sosialisasi menghadapi gempa sangat diperlukan, kata Pemimpin Bank Indonesia Bengkulu Causa Iman Karana, Sabtu.
Dalam sosialisasi itu dipasang sejumlah papan informasi evakuasi untuk memberikan panduan bagi karyawan dan pengunjung.
Papan informasi itu, katanya, memberikan petunjuk kepada pengunjung dan karyawan BI saat gempa terjadi tidak perlu panik, karena sudah disediakan lokasi berlindung mulai dari lantai dasar, lantai satu dan dua di gedung terebut.
Lokasi aman bagi karyawan dan tamu BI Bengkulu diberikan tanda merah, sehingga muda ditemukan saat bencana gempa terjadi, karena pada lokasi titik merah itu bisa menampung antara sepuluh sampai 40 orang, setelah gempa redah karyawan dan tamu itu diberi petunjuk mencari tempat evakuasi yang lebih aman dari ancaman tsunami.
Dipilihnya beberapa lokasi aman di lingkungan gedung itu, setelah mendapat saran dari petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Prof Gunawan Ibrahim.
Selain memasang tanda papan bertuliskan "Tempat Berhimpun", BI juga memasang beberapa tenda darurat yang dilengkapi dengan petugas khusus sebagai kordinator dan tenaga medis dan berbagai obat-obatan.
Sosialisasi tersebut, dilakukan secara rutin tiga bulan sekali, dengan pola simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa, di samping keluarga karyawan juga dibekali teori tersebut, sehingga bila terjadi guncangan tidak panik dan bisa menyelamatkan diri pada lokasi yang disediakan, katanya
Provinsi Bengkulu sebelumnya pernah dua kali diguncang gempa besar, yaitu pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) dan kembali terjadi September 2007 dengan kekuatan 7,9 SR.