SETIAP BULAN TERJADI 36 GEMPA DI BENGKULU
Bengkulu, 24/11 (ANTARA) - Kepala Pusat Geologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahiang, Dadang Permana mengatakan setiap bulan Bengkulu diguncang gempa sebanyak 36 hingga 40 kali dengan kekuatan di bawah 5 skala Richter (SR).
Meskipun kekuatan gempa yang ada tidak berpotensi merusak namun masyarakat diharapkan tetap waspada karena gempa tidak dapat diprediksi.
Dengan kondisi ini, kata dia, masyarakat harus terus siaga dan waspada karena tidak menutup kemungkinan gempa berkekuatan besar akan melanda Bengkulu.
"Karena lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasia terus bergeser dan inilah yang mengakibatkan gempa di laut selain patahan Sumatra yang menimbulkan gempa daratan," katanya.
Gempa besar terakhir yang melanda Bengkulu terjadi tahun 2000 berkekuatan 7,3 pada SR yang menewaskan 100 orang lebih dan pada 2007 berkekuatan 7,9 SR yang mengakibatkan ribuan rumah rusak parah.
Staf dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Ir Chairil Amri mengatakan dari pengamatan pihaknya sejak tahun 1973 hingga 2008 telah terjadi 1.200 gempa di Provinsi Bengkulu.
Hal ini, kata dia, dikarenakan Bengkulu berada di pertemuan lempeng aktif Indo-Australia dan Eurasia.
"Setiap kali kedua lempeng ini bergesekan maka akan menimbulkan gempa walaupun sampai saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan gempa akan terjadi," katanya.
Dengan kondisi ini diharapkan agar seluruh masyarakat Bengkulu melakukan langkah antisipasi untuk menekan risiko saat gempa bumi terjadi.
Sementara Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), DR Priyadi Kardono, belum lama ini mengatakan selama tahun 2008 telah terjadi 1.205 gempa bumi di tanah air.
Kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng yakni lempeng pasifik, lempeng indo-australia dan lempeng Eurasia membuat hampir seluruh daratan di tanah air rawan gempa.
"Kejadian gempa relatif semakin meningkat sejak tahun 2000 yang diumumkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan yang terbanyak pada 2008 dengan 1.205 kali gempa," katanya saat menjadi pembicara dalam forum dialog Waspada Bencana Gempa di Bengkulu belum lama ini.
Kejadian tahun 2008, kata dia, menjadi jumlah rekor terbanyak kejadian gempa disusul tahun 2004 sebanyak 884 kali gempa bumi.
Meskipun kejadian gempa tergolong tinggi pada tahun 2008 namun tidak memakan korban jiwa yang banyak dibanding tahun 2004 saat gempa yang mengakibatkan tsunami di Aceh.
"Selama tahun 2008 sebanyak 245 orang yang menjadi korban jiwa sedangkan gempa tahun 2004 di Aceh memakan korban ratusan ribu jiwa," tambahnya.
Mengingat kondisi Bengkulu secara keseluruhan berada di zona merah rawan gempa atau siaga satu kecuali Pulau Kalimantan, diharapkan masyarakat yang bermukim di titik-titik rawan tersebut memahami dengan tujuan untuk mengurangi riesiko bencana.