17 Desember 2009

PENGERUKAN PULAU BAAI CAPAI JUTAAN KUBIK PASIR

Bengkulu, 11/11 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin, mengatakan, pengerukan alur pelabuhan pulau Baai Bengkulu harus mencapai 18 juta kubik pasir laut.
"Pengerukan pasir laut sebanyak itu, agar tidak terjadi pendangkalan kembali sehingga pelabuhan tersebut kembali optimal dengan kedalaman mencapai 15 meter," katanya di Bengkulu, Rabu.



Pendangkalan itu, kata dia, sudah diambang batas sehingga harus dilakukan pengerukan secara intensif dan secepatnya.
Untuk melakukan pengerukan pasir sebanyak itu, membutuhkan dana yang cukup besar mencapai Rp250 miliar.
Kedalaman pada pintu masuk tersebut, sudah cukup dangkal dengan kedalaman yang dimiliki hanya mencapai 4-5 meter sehingga kapal pengangkut barang dan kebutuhan lainnya tidak dapat masuk ke pelabuhan.
Pelabuhan tersebut, selama ini sebagai tempat bongkar muat barang dan pengangkutan hasil tambang batu bara, BBM, dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Pendangkalan alur, mengakibatkan pengangkutan semen, pupuk, dan beras tonasenya harus dikurangi dan kapal pengangkut harus berbadan sedang supaya dapat masuk.
"Akibat terjadinya pendangkalan itu, pengangkutan komoditas dari sektor perkebunan melalui jalur darat menuju pelabuhan laut Teluk Bayur, Provinsi Sumatra Barat," ujarnya.
Aktifitas pelabuhan paska pendangkalan, terutama kapal-kapal berbadan lebar tidak dapat masuk sehingga pengangkut BBM, batu bara, dan semen tonasenya dikurangi.
Menurut dia, kondisi ini harus diatasi agar fungsi pelabuhan untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat.
Pelaksanaan pengerukan itu, akan terealisasi pada November 2009 dan dilakukan oleh kapal-kapal penyedot pasir berkapasitas besar sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai secepatnya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP