18 Desember 2009

PENDANGKALAN ALUR PELABUHAN BAAI HAMBAT PASOKAN BBM

Bengkulu, 26/11 (ANTARA) - Pendangkalan alur masuk pelabuhan Pulau Baai bisa mengakibatkan kelangkaan BBM di Bengkulu karena terhambatnya pasokan minyak melalui jalur laut.
Ketua Fraksi Rakyat Perjuangan, Basri Muhammad, Kamis mengatakan dari hasil pertemuan dengan Pertamina Depo Bengkulu, pendangkalan alur mengakibatkan pasokan BBM yang biasanya mengangkut 4.000 ton turun drastis menjadi hanya 600 ton.



"Ini harus menjadi perhatian serius Pemprov agar segera melakukan pengerukan alur yang dipercayakan kepada PT Pathaway," katanya saat menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Perda APBD Bengkulu tahun 2010.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM daerah tersebut, pihak Pertamina mengandalkan pasokan lewat jalur darat khususnya lewat Lintas Tengah Sumatra.
Selain menghambat pasokan BBM, pendangkalan alur juga dikhawatirkan akan menghambat kebutuhan lainnya seperti beras, gula dan semen.
"Karena angkutan lewat jalur laut memang jauh lebih murah dibanding lewat darat, jadi kami minta agar Pemprov segera menginstruksikan PT Pathaway untuk melakukan pengerukan,"katanya.
Kepala Depo Pertamina Bengkulu, Sahril mengatakan selain terkendala akibat pendangkalan alur, pasokan BBM lewat jalur laut juga terkendala cuaca buruk.
"Selain cuaca yang buruk, ditambah lagi alur yang semakin dangkal membuat pasokan BBM memang terganggu dan tidak jarang kapal pengangkut BBM kandas di pintu masuk,"katanya.
Meski demikian kondisi cuaca saat ini kata dia masih memungkinkan untuk melakukan pengapalan BBM dari Tanjung Grem Provinsi Banten dan Teluk Kabung Padang Sumatera Barat.
Namun pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai masih menjadi kendala bagi kapal-kapal pengangkut BBM untuk merapat ke pelabuhan.
"Kapal harus menunggu pasang naik baru bisa dipandu ke pelabuhan, kalau alur tidak dangkal sebenarnya pasokan bisa lancar,"katanya.
Untuk menyiasati kondisi ini kapal yang tiba pagi hari harus menunggu sore saat pasang untuk merapat ke pelabuhan dan sebaliknya kapal yang tiba malam hari harus menuggu pagi untuk dipandu memasuki pelabuhan.
Dalam kondisi darurat kata dia, jika jalur laut tidak memungkinkan untuk mendistribusi BBM ke Bengkulu maka pasokan akan didatangkan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat untuk memasok kebutuhan Kabupaten Mukomuko.
"Dari Lampung untuk memasok kebutuhan daerah bagian Selatan dan dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan untuk memasok kebutuhan kota dan wilayah Timur,"katanya.
Saat ini kata Sahrin, stok BBM jenis miyak tanah cukup untuk delapan hari ke depan dengan kebutuhan 130 kiloliter per hari.
Sementara untuk jenis premium cukup untuk tujuh hari ke depan namun dengan konsumsi per hari sebanyak 450 kiloliter sedangkan stok solar juga cukup untuk kebutuhan lima hari ke depan dengan konsumsi 350 kiloliter per hari.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP