REL KA LINAU-TANJUNG ENIM TIDAK DIBIAYAI APBD
Bengkulu, 26/11 (ANTARA) - Pembangunan rel Kereta Api (KA) khusus angkutan batu bara yang menghubungkan Bengkulu-Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong tidak masuk dalam APBD tahun 2010 karena akan dikerjakan oleh PT Pathaway International (PI) dengan investasi Rp21 triliun.
"Memang proyek itu satu paket dengan pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai yang diserahkan kepada PT Pathaway sehingga tidak masuk dalam kegiatan APBD tahun 2010,"kata Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Nasyah, Kamis.
Hal itu dikatakannya menanggapi pandangan umum anggota DPRD Provinsi Bengkulu, BUrhandari dari Fraksi PKS yang mempernyatakan realiasasi pembangunan rel dan tidak adanya alokasi dana dari ABPD tahun 2010.
Menurut Nasyah pembangunan rel sepanjang 30 Km itu akan dijadwal ulang menyusul terjadinya krisis global yang melanda perusahaan konsorsium itu.
"Perusahaan juga kena imbas dari krisis global jadi pembangunan rel kereta api terkendala, dan akan dijadwal ulang,"katanya.
Untuk tahap awal pembangunan rel KA dimulai dari Pelabuhan Pulau Baai hingga ke Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah berjarak 30 Km.
Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2010 sehingga rel tersebut tuntas hingga ke perbatasan Bengkulu dengan Sumatera Selatan di Kabupaten Rejang Lebong.
Demikian juga dengan pembangunan jalur KAr Tanjung Enim menuju Pelabuhan Linau Kabupaten Kaur akan dijadwal ulang.
"Perusahaan ini sebenarnya sudah menginvestasikan Rp21 triliun untuk mengembangkan kawasan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat perdagangan batu bara dari Sumatera Selatan dan Bengkulu,"katanya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Burhandari mempertanyakan pembangunan rel KA untuk angkutan batu bara itu karena hingga kini belum ada realisasinya.
"Stasiunnya sudah berdiri di kawasan Pelabuhan Pulau Baai tapi pembangunan rel sampai sekarang belum dilakukan,"katanya.