23 Desember 2009

PEMKAB MUKOMUKO KEMBANGKAN WISATA PENYU

Bengkulu, 23/12 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Povinsi Bengkulu akan mengembangkan objek wisata penyu dan membangun wisata arung jeram pada 2010.

Dua lokasi objek wisata itu di Desa Retak Mudik dan Desa Air Berau, Kecamatan Ipuh mulai tahun depan akan dibangun sarana dan prasana pendukung antara lain rumah penginapan, sarana parkir dan sarana umum, kata Bupati Mukomuko Ichwan Yunus melalui Kabag Humas Yanzuri Nawawi, Rabu.


Pengembangan lokasi objek wisata penyu itu, karena merupakan wisata yang menjanjikan bagi para pecinta lingkungan untuk melestarikan satwa dilindungi termasuk berbagai jenis penyu yang sekarang terancam punah.

Habitat penyu yang sudah dilestarikan di Bengkulu baru di Kabupaten Mukomuko yaitu di Desa Retak Mudik, Kecamatan Ipuh atau sekitar lima jam perjalanan dari Utara Kota Bengkulu.

"Saya sudah beberapa kali melepaskan penyu hasil budidaya di daerah itu ke laut. Sekarang ada ratusan anak penyu langka dari berbagai jenis sedang dibudidayakan," katanya Ichwan Yunus seperti diutarakan Yanzuri.
Ia mengatakan, kawasan konservasi penyu di Kabupaten Mukomuko kini dilirik para wisatawan dana peneliti dari berbagai unversitas terkemuka di Indonesia, untuk meneliti habitat penyu.

Lokasi konservasi panyu di Mukomuko itu sampai sekarang belum ada fasislitas pendukung yang memadai antara lain rumah inap dan jalan.

Sarana di lokasi kawasan seluas 500 Ha itu masih merupakan hutan balantara. Bagi peneliti dari luar Bengkulu masih menggunakan tenda darurat di lokasi dan ada juga menginap di rumah penduduk.

Pemkab Mukomuko mengharapkan Pemprov Bengkulu untuk membantu rumah inap dan sarana lainnya di kawasan tersebut, sehingga menarik para pengunjung terutama para peneliti.

Pengelolaan lokasi itu masih dibiayai APBD Pemkab Mukomuko melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, namun tahun depan diharapkan ada bantuan dari Gubernur Bengkulu untuk menjaga kelestarian penyu tersebut.

Lokasi konservasi penyu tersebut juga sangat potensi dijadikan wisata pendidikan, karena satu-satunya di Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Kelompok Penyu Lestari Desa Retak Ilir Mukomuko Khairul Astra mengatakan, lokasi itu setiap bulan selalu dikunjungai para peneliti dari luar Bengkulu seperti ilmuwan dari Isntitut Pertanian Bogor (IPB) dan STP Jakarta.

Baru-baru ini di lokasi itu sudah dilepas sekitar 2.000 ekor anak penyu untuk dilestarikan, sedangkan sebelumnya ditetaskan 400 butir telur penyu jenis sisik sangat langka.

Penyu langka sudah ditakarkan di lokasi itu ada lima jenis yaitu penyu belimbing, hijau, ceper, hilem dan penyu sisik, namun untuk memperbanyak jenis penyu tersebut masih terkendala dana, katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP