23 Desember 2009

PENGERUKAN ALUR PELABUHAN BAAI AGAR DITANGANI PELINDO

Bengkulu, 23/12 (ANTARA) - Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Ahmad Zarkasi, Rabu meminta agar pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi ditangani oleh PT Pelindo II.

Sebab pengerukan yang saat ini diserahkan kepada PT Pathaway Internasional (PI) tidak berhasil, bahkan membuat alur semakin kritis.


"Kanyataannya pekerjaan PT Pathaway Internasional sama sekali tidak mampu membuat alur semakin lancar untuk dilewati kapal-kapal bahkan semakin kritis dan gundukan pasir semakin tinggi," katanya.

Kondisi alur saat ini semakin kritis dengan kedalaman minus 4 meter sehingga membahayakan bagi kapal. Kapal yang keluar dan masuk pelabuhan menggunakan jalur alam selebar 25 meter dengan panjang 1,9 km dan dipandu oleh Administrator Pelabuhan (Adpel).

Akibatnya pasokan bahan pokok seperti beras, gula dan Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju Bengkulu otomatis terkendala.

"Akibatnya adalah bahan kebutuhan untuk masyarakat terkendala demikian juga dengan pengiriman komoditi dari Bengkulu seperti minyak CPO, batu bara dan lainnya tidak bisa lancar,"jelasnya.

Dari hasil pertemuan dengan direksi PT Pelindo II Cabang Bengkulu, perusahaan negara itu bersedia melakukan pengerukan dan sudah mengangarkan dana Rp25 miliar pada tahun 2009 ini.

Tahun 2009 ini kata dia, PT Pelindo menganggarkan dana Rp33 miliar untuk mengatasi pendangkalan alur dan saat ini pihaknya tinggal menunggu kapal keruk yang akan dikirim dari Jakarta.

Sejumlah komoditi ekspor yang bertransaksi di Pelabuhan Pulau Baai antara lain batubara, CPO, kopi, jahe, sayur mayur, karet, cangkang, dan biji besi.

Sementara itu Asisten II Setprov Bengkulu, Fauzan Rahim mengatakan PT Pathaway tetap melakukan pengerukan alur, bahkan dalam waktu dekat akan mendatangkan kapal keruk dari Malaysia.

"Mereka masih melakukan pengerukan dengan kapal hopper, dalam waktu dekat akan didatangkan kapal keruk jenis cutter untuk mengeruk alur hingga kedalaman minum 10 meter,"katanya.

Ia mengatakan alur masuk pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi butuh pengerukan secara rutin sehingga bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

"Pergerakan arus di alur masuk memang membuat pasir terus mengalami penumpukan sehingga perlu pengerukan yang rutin sehingga pelabuhan bisa difungsikan," ujarnya.

Menurut dia, hal ini mendasari Pemprov Bengkulu untuk mencari investor yang bisa mengelola pelabuhan Pulau Baai termasuk memastikan alur tidak mengalami pendakalan dengan pengerukan rutin.

PT Pathaway International (PI) kata dia diberikan tanggung jawab tersebut selain membangun jalur Kereta Api yang menghubungkan Pulau Baai-Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong untuk angkutan khusus batu bara.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP