PELABUHAN PULAU BAAI BENGKULU PRIORITASKAN PENGANGKUTAN CPO
Bengkulu, 24/11 (ANTARA) - Pelabuhan laut Pulau Baai Bengkulu yang berada di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, akan memprioritaskan pengangkutan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan batu bara.
"CPO yang dihasilkan dari pabrik yang sekaligus mempunyai perkebunan sawit dan hasil tambang batu bara akan diangkut melalui Pelabuhan Pulau Baai," kata Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin di Bengkulu, Selasa.
Ketika pelabuhan mulai normal kembali, kata dia, komoditas perkebunan dan tambang menjadi prioritas karena dapat diangkut dalam skala besar dan hemat biaya.
Selama terjadi pendangakalan alur Pulau Baai, pengangkutan CPO sementara dilakukan melalui jalur darat dan batu bara masih menggunakan jalur laut.
Pengangkutan batu bara itu tidak sebanyak sebelum terjadi pendangkalan dan muatannya dikurangi karena dapat membahayakan kapal ketika akan keluar dari alur.
"Akibat pendangkalan tersebut pendapatan Provinsi Bengkulu dari sektor riil mengalami penurunan cukup signifikan," ujarnya.
Upaya untuk mengatasi masalahan itu, pemerintah setempat telah mengupayakan pengerukan alur di pintu masuk pelabuhan dengan menggunakan dua kapal besar.
Untuk menormalkan pelabuhan, pengerukan yang dilakukan mencapai 18 juta kubik pasir laut agar tidak terjadi pendangkalan kembali.
Tujuh dari sepuluh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu merupakan daerah perkebunan sawit dan karet, dan hasil komoditas tersebut tidak dapat diangkut melalui pelabuhan.
Pemprov dalam waktu dekat mendatangkan kapal pengeruk dari luar negeri.
Pengerukan akan dilakukan oleh kapal berkapasitas cukup besar dan telah berpengalaman dalam melakukan pengerjaan proyek itu.
Pemprov telah menyediakan dana cukup besar untuk melaksanakan pengerukan pada 2009 dan diharapkan dalam proses pengerjaan tidak terjadi masalah.