MASYARAKAT DIHIMBAU RUTIN IKUT SIMULASI GEMPA
Bengkulu, 25/11 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin mengimbau masyarakatnya untuk aktif mengikuti simulasi penanganan gempa yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu dan institusi lainnya.
"Jangan anggap sepele karena saat bencana benar-benar datang, kita sudah tahu apa yang akan dilakukan, jangan sampai menyesal nantinya," katanya di Bengkulu, Rabu.
Apalagi, kata gubernur, Bengkulu merupakan salah satu daerah yang tingkat kerawanan bencana khususnya gempa bumi sangat tinggi.
Letak geografis yang berada di pertemuan lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasia membuat daerah ini sering diguncang gempa.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapinya, karena daerah kita berada di pertemuan dua lempeng aktif yang terus bergeser, dan ada lagi patahan Sumatra," katanya.
Simulasi, kata gubernur, merupakan salah satu bentuk pengurangan resiko bencana atau mitigasi sehingga risiko bencana bisa dikurangi.
Sebelumnya, Kepala Pusat Geologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahiang Dadang Permana mengatakan, setiap bulan Bengkulu diguncang gempa sebanyak 36 hingga 40 kali.
"Setiap bulan antara 36 sampai 40 kali gempa yang sebagian besar berada di bawah lima skala richter," katanya, Selasa.
Meskipun kekuatan gempa yang ada tidak berpotensi merusak namun diharapkan agar masyarakat tetap waspada karena gempa tidak dapat diprediksi.
Dengan kondisi ini, kata dia, masyarakat harus terus siaga dan waspada karena tidak menutup kemungkinan gempa berkekuatan besar akan melanda Bengkulu.
"Karena lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasia terus bergeser dan inilah yang mengakibatkan gempa di laut selain patahan Sumatra yang menimbulkan gempa daratan," katanya.
Gempa besar yang terakhir melanda Bengkulu terjadi pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 pada skala Richter dan menewaskan lebih dari 100 orang warga Bengkulu dan pada tahun 2007 berkekuatan 7,9 pada skala Richter yang mengakibatkan ribuan rumah rusak parah.
Dengan kondisi ini diharapkan agar seluruh masyarakat Bengkulu melakukan langkah antisipasi untuk menekan resiko saat gempa bumi terjadi.