DISHUBKOMINFO PASANG ALAT DETEKSI GEMPA DAN TSUNAMI
Bengkulu, 25/11 (ANTARA) - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat memasang dua unit alat deteksi gempa dan tsunami.
"Ada dua unit, satu dipasang di Dishubkominfo provinsi dan satu unit lagi dipasang di stasiun Klimatologi BMKG Kepahiang," kata Sekretaris Dishubkominfo Budi Jatmiko, Rabu.
Alat tersebut ini dalam proses pemasangan dan pengoperasiannya akan dibantu oleh BMKG pusat.
Budi mengatakan alat yang merupakan bantuan negara Korea itu tidak hanya bisa mendeteksi gempa yang terjadi di Bengkulu tetapi juga seluruh gempa dan potensi tsunami yang terjadi di Tanah Air.
"Tidak hanya lokal, tapi seluruh gempa di Tanah Air bisa dideteksi, alatnya sudah terpasang, tinggal dioperasikan," katanya.
Ia menambahkan alat itu akan dihubungkan dengan seluruh provider telepon seluler sehingga saat gempa terjadi secara otomatis diinformasikan ke seluruh pelanggan.
Budi berharap dengan keberadaan alat ini penyebarluasan atau diseminasi informasi gempa dan tsunami bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu memasang dua unit sirine peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (TEWS) sebagai upaya mengurangi risiko bencana di daerah itu.
"Bengkulu sebagai salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami mendapat bantuan sirine peringatan dini tsunami dari BMKG pusat," kata Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Yohanes Noor.
Dua alat itu dipasang di atas tower, dan ditempatkan di lingkungan Pemprov Bengukulu dan satu unit di kawasan Pantai Panjang.
Yohanes mengatakan saat ini tengah dilakukan proses pemasangan tower di dua lokasi tersebut dan selanjutnya akan dilakukan uji coba.
Bunyi sirine tersebut mampu menjangkau radius 2,5 km hingga 3 km.
"Jadi ada gempa yang berpotensi tsunami masyarakat akan diperingatkan lewat sirine ini,"katanya.
Dalam pengoperasiannya, alat ini akan terhubung dengan BMKG pusat sehingga saat bencana terjadi bisa diaktifkan oleh petugas BMKG di Jakarta.
Provinsi Bengkulu adalah salah satu dari tiga provinsi yang mendapat bantuan sirine tersebut bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.