17 Desember 2009

JEMBATAN TIMBANG DI REJANG LEBONG TIDAK EFEKTIF

Rejang Lebong, Bengkulu, 31/10 (ANTARA) - Keberadaan jembatan timbang di Desa Tanjung Sanai I, Kabupaten Rejang Lebong yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dinilai tidak efektif pemanfatannya, karena para oknum petugas diduga bermain atau melanggar peraturan.
"Jembatan timbang itu tidak jelas pemanfaatannya dan diduga ada oknum petugas ikut bermain, karena banyak kendaraan yang melebihi tonase bisa lolos," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rejang Lebong, Syamsul Effendi, Sabtu.



Tidak efektifnya jembatan timbang, lanjut dia, berakibat rendahnya penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dan menimbulkan terjadinya kerusakan jalan di kabupaten itu.
Pada 2009 penerimaan PAD dari jembatan timbang ini ditargetkan senilai Rp19 miliar, tapi hingga saat ini belum mencapai Rp10 miliar.
Agar pengelolaannya bisa efektif diminta supaya dialihkan ke Pemkab Rejang Lebong.
"Saya cuma mengusulkan hal ini kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang melakukan penjaringan aspirasi masyarakat pada waktu reses di Rejang Lebong, pada 30 Oktober 2009," katanya.
Ia mengatakan, tujuan pembangunan jembatan timbang untuk membatasi muatan kendaraan melebihi tonase mencegah kerusakan jalan dan jembatan.
Sebab kelas jalan di Kabupaten Rejang Lebong baru kelas III A yang hanya sanggup menahan beban antara 4,5 hingga 6,5 ton.
"Sebenarnya pengawasan berat muatan dapat dilakukan sejak di jembatan timbang Desa Tanjung Sanai I itu. Tapi lantaran tidak efektifnya jembatan timbang ini membuat jalan di kabupaten ini cepat cepat rusak," ujarnya.
Jika pengelolaan diserahkan ke Rejang Lebong akan dibuat kesepakatan antara Pemprov Bengkulu dan Pemkab Rejang Lebong untuk bagi hasil dari pemasukan jembatan timbang.
Secara aturan juga sebaiknya pengelolaan jembatan timbang itu dilaksanakan Pemkab terdekat.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP