BENGKULU RUTIN LAKUKAN SIMULASI GEMPA
Bengkulu, 5/11 (ANTARA) - Provinsi Bengkulu makin gencar melakukan simulasi gempa mengingat dalam pekan ini sudah terjadi tiga kali gempa berkekuatan antara 5,0 skala richter (SR) dan 5,1 SR.
Simulasi itu dilakukan kepada masyarakat di kawasan pantai sehingga bila terjadi bencana sudah biasa mengendalikan diri dan tidak cemas, kata Ketua Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Yuhanes, Kamis.
Pemprov Bengkulu untuk langkah awal juga membentuk pasukan siaga bencana sebanyak 3.000 personel. Tenaga sebanyak itu diambil dari masing-masing dinas/instansi dan badan di lingkungan sekretariat Pemprov Bengkulu.
Pasukan siaga bencana itu nantinya akan dilengkapi dengan peralatanan penanggulangan bencana sederhana, tapi dimasa mendatang setiap unit diberikan satu buah mobil ambulance.
Simulasi itu untuk mengatasi situasi sulit saat terjadi bencana dan masyarakat setempat diharapkan terbiasa mengendalikan diri dan keluarga untuk mencari tempat aman.
"Dengan demikian korban jiwa pun bisa ditekan jumlahnya," jelasnya.
Bagi para pelajar dan mahasiswa akan diberikan pemahaman dengan mata pelajaran tambahan, terkait informasi bencana alam dan langkah-langkah yang diambil jika memang bencana tersebut terjadi di Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin sebelumnya mengatakan, persiapan secara fisik Pemprov Bengkulu memprogramkan membangun tembok pelindung di sepanjang perairan pantai.
Pembangunan tembok dlakukan mulai dari wilayah Kabupaten Kaur hingga Mukomuko, terutama bagi wlayah rawan ancaman tsunami sehingga ketika terjadi bencana dapat diminimalisir.
"Kita juga telah meminta bantuan kepada pemerintah pusat agar membantu sirene lengkap dengan alat pendeteksi gelombang tsunami," katanya.
Perangkat sirena tersebut akan dipasang di lokasi "Sport Center" Pantai Panjang atau dibelakang kantor Pemprov Bengkulu dan wilayah pasar Bengkulu.
Pada tiga titik tersebut daerah paling rawan ancaman gelombang tsunami jika terjadi gempa besar karena tergolong banyak warga
bermukim di kawasan itu," katanya.