17 Desember 2009

PEMBANGUNAN PABRIK ES BENGKULU TERKENDALA DAYA LISTRIK

Bengkulu, 5/11 (ANTARA) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu Bisma Linda mengatakan, pembangunan pabrik es untuk nelayan terkendala daya listrik yang masih kurang.
"Daya listrik memang menjadi kendala pembangunan pabrik es untuk nelayan sehingga kebutuhannya tidak dapat terpenuhi," katanya di Bengkulu, Kamis.



Akibat kekurangan daya itu, kata dia, pabrik es yang telah dibangun oleh DKP tidak dapat beroperasi dengan baik dan pemenuhan kebutuhan tidak terealisasi dengan baik.
Beberapa pabrik es telah dibangun dan hingga saat ini belum dapat digunakan karena terkendala hal tersebut dan terus diupayakan dengan harapan nelayan tidak mengalami krisis les kembali.
Pabrik es itu, sangat dibutuhkan oleh nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapannya dari laut ketika tidak habis dijual ke pasar.
Kebutuhan tersebut, hingga saat ini belum terealisasi dengan baik karena listrik yang ada tidak dapat beroperasi dan krisis es balok terus terjadi.
Nelayan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, mencapai ribuan orang mulai dari Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, dan Mukomuko hingga saat ini kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan itu.
Pada 2009, DKP telah membangun pabrik tersebut di Desa Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, dan belum bisa melakukan pemenuhan kebutuhan nelayan.
"Krisis es terus berlangsung dan diharapkan ke depan dapat teratasi dengan baik agar nelayan tidak lagi mengalami permasalahan pada tahun sebelumnya," ujarnya.
Untuk mengantisipasinya, menurut dia, harus dibuat pabrik es mini dengan menggunakan genset pembangkit listrik.
Antispasi lainnya, seperti masyarakat diajak berperan aktif dengan memanfaatkan lemari es rumah tangga dan pengusaha dari luar daerah dapat mengirimkan es ketika akan membeli ikan, katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP