BENGKULU PERLU PABRIK PENGGILINGAN PADI
Bengkulu, 4/11 (ANTARA) - Peningkatan produksi padi Provinsi Bengkulu hingga 500 ribu ton gabah kering giling (GKG) pada 2010 menyebabkan daerah ini memerlukan investasi untuk membangun pabrik penggilingan padi.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bengkulu Musiardanis di Bengkulu, Rabu, mengatakan untuk mewujudkan hal itu dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang para investor untuk menawarkan investasi di daerah ini.
"Kami masih kekurangan pabrik penggilingan padi, termasuk pabrik pengolah produk sampingan padi seperti kulit padi yang bisa dijadikan kapsul," katanya.
Investasi pabrik penggilingan padi potensial di daerah sentra produksi padi khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Selain investasi pabrik penggilingan padi, Bengkulu juga membutuhkan sejumlah investasi di sektor pertanian yang mencakup perkebunan, perikanan dan peternakan.
Sektor perkebunan khususnya pabrik kelapa sawit pengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO) masih membutuhkan 18 pabrik.
"Khususnya di Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma dan Kabupaten Kaur yang belum memiliki pabrik minyak sawit sementara potensi TBS sangat tinggi, setiap tahun produksi TBS sebanyak 1,8 juta ton," katanya.
Sektor perikanan juga membutuhkan investasi baik perikanan tangkap maupun nontangkap serta investasi di peternakan kambing jenis Peranakan Etawa (PE).
Empat Kabupaten yang potensial untuk pengembangan peternakan kambing tersebut antara lain Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.
Investasi di sektor perikanan antara lain pembangunan pabrik es dan lemari pendingin (cold storage) untuk menyimpan ikan yang selama ini sering terbuang percuma jika hasil tangkapan berlebih.