NELAYAN MUKOMUKO PERTANYAKAN PABRIK ES TAK BEROPERASI
Bengkulu, 15/11 (ANTARA) - Nelayan di kawasan Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya dalam Kabupaten Mukomuko, mempertanyakan pembangunan pabrik es balok di desa setempat yang tak kunjung beroperasi padahal dibangun sejak tahun 2006 dan sudah menghabiskan dana miliaran rupiah.
Nelayan setempat sangat membutuhkan persediaan es balok untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka agar tetap segar, kata seorang nelayan Pasar Bantal, Rudi yang dihubungi ANTARA, Minggu.
Pabrik es balok di milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mukomuko di kawasan pantai Desa Bantal setempat, sampai sekarang berlum beroperasi, sedangkan pembangunannya dilakukan sejak tahun 2006.
Pabrik itu kabarnya sudah menghabiskan dana miliaran rupiah, tujuan awalnya untuk memenuhi kebutuhan es balok nelayan di Bantal dan Ipuh, karena di wilayah itu sampai sekarang belum ada pabrik es.
Untuk mendapat es balok nelayan di wilayah itu, membeli dari Kota Bengkulu yang jaraknya sekitar 280 Km, dan biasanya sampai di Desa Bantal, es tersebut sudah banyak susut.
Hasil tangkapan ikan selama ini sebagian besar banyak membusuk, akibat tak ada alat pendingin (es), untuk mengatasi agar ikan hasil tangkapan tidak terbuang, nelayan menjemurnya sampai kering.
"Kami tidak bia memasarkan ikan segar ke luar daerah ini, akibat keterbatasan persediaan es balok," katanya.
Padahal permintaan ikan segar dari Sumatra Barat cukup tinggi, termasuk dari Kabupaten Kerinci, Jambi, warga daerah itu selama hanya mengkonsumsi ikan air tawar, sedangkan ikan laut sangat langka.
Untuk memenuhi kebutuhan ikan segar di Kabupaten Kerinci itu, dibutuhkan persediaan es cukup, sehingga ikan tangkapan nelayan tetap masih segar, kata Rudi.
Kabag Humas Pemkab Mukomuko, Yanzuri Nawawi mengupayakan pabrik es balok di Desa Bantal tersebut bisa dioperasikan, mengingat kebutuhan para nelayan akan es itu cukup tinggi, kata
"Kami akan koordinasikan dengan instansi terkait (Dinas kelautan dan Perikanan) agar pabrik es itu bisa memproduksi es balok sesuai kebutuhan nelayan setempat,' katanya.