15 November 2009

BUPATI MUKOMUKO BERHARAP DESA PUNYA KEBUN SENDIRI

Bengkulu, 15/11 (ANTARA) - Bupati Mukomuko Ichwan Yunus mengharapkan seluruh kepala desa memiliki kebun kelapa sawit sendiri dengan status kebun kas desa, karena daerah ini merupakan sentra penghasil sawit terbesar di Provinsi Bengkulu.

"Semua lahan desa berada dalam wilayah perkebunan besar swasta (PBS) PT Agro Muko dan bisa menjadi plasma dari perusahaan penanam modal asing itu," kata bupati Ichwan Yunus melalui Kabag Humas Yanzuri Nawawi, Minggu.


Menurut dia, dari ratusan desa di Kabupaten Mukomuko, baru satu desa memiliki kebun kas desa, yaitu Desa Bunga Tanjung. "Ke depan hendaknya diikuti desa lainnya, terutama yang dekat dengan areal perkebunan besar setempat," katanya.

Selama ini, warga hanya mementingkan kebun pribadi, sedangkan desanya sendiri tidak punya lahan, padahal lahan sangat luas dan banyak yang belum tergarap.

Perusahaan perkebunan tidak berkeberatan membina kebun kas desa, asalkan dikelola secara baik dan hasilnya betul-betul masuk ke kas desa.

Apabila pendatapan desa sudah tinggi, menurut dia bisa membangun fasilitas dan membayar gaji petugas desa, disamping desa yang bersangkutan menjadi desa mandiri.

Ia mencontohkan Desa Bunga Tanjung berhasil membangun kantor berlantai dua dengan menghabiskan dana Rp300 juta lebih. Dana ini hasil dari kebun kelapa sawit kas desa setempat.

Beberapa perusahaan perkebunan besar di Kabupaten Mukomuko bersedia menjadi bapak angkat kebun plasma, terutama kebun kas desa yang bisa dikelola secara profesional oleh kepala desa masing-masing.

PBS yang ada di Mukomuko sekarang antara lain PT Agromuko, PT Alno, keduanya merupakan penanam modal asing (PMA) di sektor perkebunan kelapa sawit, dan PT Darya Dharma penanam modal dalam negeri (PMDN).

Yanzuri mengatakan bupati juga mengharapkan tahun depan tidak ada lagi desa terisolir dari jangkauan transportasi. Untuk itu, semua pengerjaan proyek pemerintah diselesaikan pada akhir 2009.

Menurut dia, bupati berkesempatan meninjau beberapa proyek pengerjaan jembatan dan jalan, disamping proyek irigasi dan air bersih untuk kebutuhan warga.

Ada beberapa jembatan gantung di daerah setemat ditingkatkan menjadi jembatan permanen, sehingga masyarakat bisa mengangkut hasil kebunnya dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat. Selama ini menggunakan sarana tranportasi sungai.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP