DUA KABUPATEN DIHARAPKAN BEBASKAN LAHAN JEMBATAN TIMBANG
Bengkulu, 15/11 (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Bengkulu Ali Berti mengimbau agar dua kabupaten diharapkan membebaskan lahan untuk pembangunan jembatan timbang pada 2010.
"Kabupaten diharapkan segera membebaskan lahan untuk pembangunan jembatan timbang yang direncanakan berada di dua daerah, yakni Kaur dan Mukomuko," kata Kepala Dishubkominfo Provinsi Bengkulu, Ali Berti di Bengkulu, Minggu.
Dua kabupaten itu, kata dia, yakni Kaur dan Mukomuko merupakan pintu gerbang masuk ke Bengkulu dari Provinsi Lampung dan Sumatra Barat.
Kabupaten tersebut, diharapkan segera membebaskan lahan untuk pembangunan infrastruktur agar jalan lintas barat (Jalinbar) tidak mengalami kerusakan kembali.
Untuk pembangunannya, masing-masing kabupaten harus menyediakan lahan tanah yang tidak begitu luas dan merupakan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan Depertemen Perhubungan.
Jembatan itu, berfungsi untuk menimbang muatan kendaraan bermotor yang mengangkut barang dan angkutan lainnya agar tidak melebihi tonase yang telah ditentukan yakni sepuluh ton.
"Jalan di sepanjang Jalinbar sudah mengalami kerusakan sehingga harus dibuat suatu terobosan untuk meminimalkan kerusakan infrastruktur tersebut," ujarnya.
Lahan tersebut, sangat berfungsi agar pembangunan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi persyaratan karena Departemen Perhubungan dan Pemprov Bengkulu sudah menjadi kesepakatan bersama.
Ali menambahkan, kapasitas jembatan timbang yang akan dibangun itu mencapai 60 ton dengan peralatan yang cukup canggih.
Jembatan yang ada di Provinsi itu, kurang dapat berfungsi sebagaimana mestinya karena sudah berusia 15 tahun yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, Kota Bengkulu, dan Seluma.
Dengan kurang berfungsinya jembatan tersebut, katanya, kendaraan bertonase di atas 30 ton tidak dapat diketahui jumlah muatannya dan mengakibatkan jalan menjadi rusak.