07 April 2010

PLAFON RASKIN MUKO MUKO DIKEMBALIKAN KE PUSAT

Bengkulu, 6/4 (ANTARA) - Plafon beras miskin (raskin) untuk Kabupaten Muko Muko yang ditolak pemerintah daerah setempat akan dikembalikan ke pusat, kata Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu David Susanto.

"Memang suara penolakan belum masuk ke Bulog, tapi dalam tiga bulan ini tidak ada permintaan raskin dari Muko Muko jadi besar kemungkinan kembali ditolak dan plafonnya akan kami kembalikan ke pusat," katanya di Bengkulu, Selasa.


Plafon raskin yang dialokasikan pemerintah pusat untuk kabupaten pemekaran dari Bengkulu Utara itu sebanyak 1.017 ton untuk 6.525 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

David mengatakan dalam tiga tahun terakhir pemerintah Kabupaten Muko Muko memang menolak jatah raskin dengan alasan tidak ingin memanjakan masyarakat miskin di daerah itu.

"Memang tahun ini kami belum terima surat penolakan tapi tiga bulan ini tidak ada permintaan raskin," katanya.

Hingga saat ini raskin yang sudah disalurkan ke sembilan kabupaten/kota di Bengkulu mencapai 2.878 ton atau 15 persen realisasi dari 18.813 ton plafon raskin pada 2010.

Pada 2010, jumlah raskin per RTS berkurang dari 15 kilogram (kg) menjadi 13 kg, tapi harganya tetap sama Rp1.600 per kg.

Sebelumnya Asisten II Sekretaris Kabupaten Muko Muko, Kasmidi mengatakan pihaknya memutuskan menolak raskin seperti tahun sebelumnya karena sesuai dengan program bupati agar seluruh areal pertanian digarap dan ditanami padi.

Kebijakan tersebut menurut Kasmidi di satu sisi sangat positif untuk memacu petani agar tetap mengolah lahan pertanian yang sebagian sudah dialihkan menjadi areal kebun sawit.

"Bupati tidak ingin petani menelantarkan lahan persawahan atau diganti dengan sawit, sehingga raskin ditolak dengan harapan petani akan tetap menanam tanaman pangan khususnya padi," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu, Arifin Daud meminta agar Pemkab Muko muko mempertimbangkan pagu raskin yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu.

"Sebaiknya dipertimbangkan karena masih banyak masyarakat miskin di daerah itu dan pertimbangan lain harga beras juga sangat tinggi saat ini," katanya.

Menurutnya, raskin sangat bermanfaat bagi mereka yang berpenghasilan rendah, terutama masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian seperti nelayan, buruh perkebunan atau buruh bangunan.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP