19 April 2010

GUBERNUR SETUJU NARKOBA DAN HIV/AIDS MASUK KURIKULUM

Bengkulu, 12/4 (ANTARA) - Gubernur Provinsi Bengkulu Agusrin M Najamudin mengatakan setuju dengan gagasan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bengkulu untuk memasukkan pencegahan narkoba dan HIV/Aids ke dalam kurikulum pendidikan SD, SMP dan SMA.

"Saya sangat setuju dan mendukung gagasan itu untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak dan remaja,"katanya.


Ia mengatakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan dampaknya terhadap penyebaran HIV/Aids membutuhkan konsep yang serius dan sesuai jika dimasukkan dalam kurikulum pendidikan.

Kepala BNP Bengkulu Syamsu Riduan mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Direktorat Narkoba Polda untuk menggagas pendidikan tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids ke dalam kurikulum pendidikan tahun ajaran 2010/2011.

Pendidikan tentang penyalahgunaan narkoba tersebut dipaketkan dengan HIV/Aids karena data menunjukkan penyebaran virus mematikan itu sebagian besar dari penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian.

Untuk tahap awal, pendidikan tersebut akan diintegralkan dengan pelajaran PPKN dengan memberikan pelatihan kepada guru mata pelajaran tersebut sehingga siap mendidik pelajar.

"Kalau dimasukkan dalam muatan lokal, kita butuh guru khusus, jadi tahap awal ini dimasukkan dalam pelajaran PPKN tinggal melatih gurunya dan sudah bisa ditransfer ke siswa," katanya.

Program ini juga untuk mendukung dan mewujudkan program nasional cegah dan berantas narkoba dimana Provinsi Bengkulu menduduki peringkat 16 dalam peredaran narkoba dan peringkat 14 dalam kasus penyalahgunaan di Tanah Air.

"Saat ini terdapat 146 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah pengguna mencapai 246 orang, dan ini baru yang terdata karena kita tahu narkoba ini adalah fenomena gunung es dimana yang tidak terdata masih lebih banyak," katanya.

Sementara itu data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bengkulu menunjukkan 75 persen penderita HIV/Aids tertular melalui penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian.

"Penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian menjadi penyebab terbesar penularan HIV/Aids dan ini menunjukkan penggunaan narkoba masih tinggi," kata Sekretaris KPA Arna Maretha.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP