ANJUNGAN MTQN BENGKULU HABIS DIBORONG PEDAGANG LUAR
Bengkulu, 11/4 (antara) - Sebagaian besar anjungan yang disediakan Pemprov Bengkulu di lokasi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) habis terjual dan diborong pedagang dari luar daerah.
"Kami pedagang lokal tidak kebagian lagi akibat sudah diborong pedagang luar daerah, Kami terpaksa mengkavling lahan di sekitar MTQN tersebut, hingga ke kampus STAIN Bengkulu dengan harga terjangkau," kata seorang pedagang pakaian Yanrizal, Minggu.
Anjungan yang dibuat Pemmprov Bengkulu seluruhnya 180 unit terdiri atas anjungan biasa dan memiliki ruang pendingin harganya bervariasi dari Rp750 ribu sampai Rp14 juta selama pelaksanaan MTQN yang akan digelar pada Juni 2010.
Dari 180 unit anjungan tersebut terdiri atas milik Pemda 33 unit anjungan biasa yang peruntukan bagi kafilah, dan 80 anjungan makanan dengan luas 2,5 X2,5 meter dan 67 unit anjungan memiliki ruangan pendingin (AC).
Hal yang sama juga disampaikan pedagang kain Pasar Minggu, Kota Bengkulu Rusli. Ia menyesalkan, panitia tidak transparan menjual anjungan tersebut dan lebih memprioritaskan pedagang dari luar daerah.
"Mestinya lebih dulu menawarkan kepada pedagang lokal, setelah itu baru membidik pedagang dari luar daerah, karena kami di Bengkulu sampai sekarang aktif membayar pajak untuk daerah ini," tandasnya.
Ketua STAIN Bengkulu Sirajuddin mengatakan, lokasi MTQN tersebut persis bersebelahan dengan pagar perguruan tinggi dan diharapkan pedagang jangan sampai mengganggu lahan STAIN tersebut.
Sebab jauh hari sudah ada tanda-tanda lahan STAIN akan dikavling pedagang mungkin melalui calo atau panitia MTQN. Untuk mengantisipasi masalah tersebut STAIN akan menurunkan petugas khusus mengawasi ledakan pedagang tersebut.
Sementara itu, Kadis Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Diskoperindagkop) Bengkulu Kuratul Aini ketika dihubungi tidak berada di tempat karena sedang bertugas ke lura kota.