19 April 2010

GUBERNUR: NARKOBA ANCAM EKSISTENSI PEMUDA

Bengkulu, 9/4 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin mengatakan, penyalahgunaan narkoba secara langsung mengancam eksistensi pemuda, bahkan bisa menghilangkan generasi penerus bangsa.

"Saya katakan bahwa saya tidak akan bisa menjadi gubernur dalam usia semuda ini jika saya menjadi pengguna narkoba," katanya di hadapan peserta Jambore Pemuda Daerah Provinsi Bengkulu di pusat olah raga Pantai Panjang Bengkulu, Jumat.


Menurut Agusrin, sejumlah kegiatan positif seperti olah raga dan kesenian termasuk menggelar jambore bisa menjauhkan pemuda dari penyalahgunaan narkoba.

Ia mengakui penyalahgunaan narkoba semakin meresahkan dan sebagian besar pengguna adalah mereka yang masih usia produktif khususnya pemuda.

"Data yang saya terima menyebutkan sebagian besar bahkan hampir 75 persen pengguna narkoba masih dalam usia produktif," terangnya.

Ia mengatakan, eksistensi pemuda saat ini semakin diperhitungkan baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional bahkan tingkat internasional.

Gubernur mengharapkan pemuda menggunakan kesempatan yang ada untuk meraih cita-cita apalagi menghadapi era globalisasi.

"Siapa yang lengah akan terlindas, di zaman globalisasi ini, pemuda dituntut untuk mampu menjawab tantangan yang ada dan semakin menunjukkan eksistensinya," katanya.

Untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda, Agusrin mengatakan mendukung rencana Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bengkulu untuk memasukkan pemahaman narkoba dan dampaknya terhadap HIV/AIDs dalam kurikulum pendidikan.

Kepala BNP Bengkulu Syamsu Ridwan mengatakan penyalahgunaan narkotika semakin mengkhawatirkan.

Ia mengatakan program ini juga untuk mendukung dan mewujudkan program nasional cegah dan berantas narkoba dimana Provinsi Bengkulu menduduki peringkat 16 dalam peredaran narkoba dan peringkat 14 dalam kasus penyalahgunaan di Tanah Air.

"Saat ini terdapat 146 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah pengguna mencapai 246 orang, dan ini baru yang terdata karena kita tahu narkoba ini adalah fenomena gunung es dimana yang tidak terdata masih lebih banyak," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP