08 Maret 2010

PEMKAB MUKOMUKO BELUM TERIMA RASKIN 2010

Bengkulu, 27/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko belum menerima beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang akan dibagikan kepada 6.525 rumah tangga sasaran (RTS) sesuai alokasi pemerintah pusat.

"Kami belum memutuskan apakah menerima atau tidak, tetapi yang jelas sampai hari ini di Kabupaten Mukomuko masih aman, belum ada kelaparan atau krisis pangan," kata Asisten II Sekretaris Kabupaten Mukomuko Kasmidi saat dihubungi melalui telepon, Sabtu.


Menurutnya keputusan menerima atau menolak jatah raskin seperti tiga tahun berturut-turut sebelumnya masih menunggu keputusan Bupati Mukomuko Ichwan Yunus.

Kabupaten Mukomuko sudah menolak pagu raskin sejak tiga tahun terakhir dengan alasan bahwa program raskin akan membuat petani di daerah itu tidak produktif dalam mengolah sawah.

Kebijakan tersebut menurut Kasmidi di satu sisi sangat positif untuk memacu petani agar tetap mengolah lahan pertanian yang sebagian sudah dialihkan menjadi areal kebun sawit.

"Bupati tidak ingin petani menelantarkan lahan persawahan atau diganti dengan sawit, karena itu raskin ditolak dengan harapan petani akan tetap menanam tanaman pangan khususnya padi," katanya.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu Arifin Daud minta agar Pemkab Mukomuko mempertimbangkan pagu raskin untuk masyarakat kurang mampu di daerah ini.

"Sebaiknya dipertimbangkan karena masih banyak masyarakat miskin di daerah itu selain pertimbangan harga beras juga sangat tinggi saat ini," katanya.

Menurutnya raskin sangat bermanfaat bagi mereka yang berpenghasilan rendah terutama masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian seperti nelayan atau hanya sebagai buruh perkebunan atau buruh bangunan.

Selain itu program tersebut juga merupakan program nasional yang seharusnya bersama-sama disukseskan oleh pemerintah daerah.

"Ini ketiga kalinya Pemkab Mukomuko menolak raskin dengan alasan tidak ingin membuat masyarakat malas mengolah lahan, tetapi masalahnya bagaimana dengan masyarakat yang tidak punya lahan seperti nelayan," katanya.

Jatah raskin untuk Provinsi Bengkulu tahun 2010 yang sudah ditetapkan gubernur pada 19 Januari lalu sebanyak 18.813 ton untuk 120.602 RTS.

Jumlah raskin dan warga miskin yang menerimanya untuk tahun ini berkurang dari 2009 yang mencapai 23.880 ton dengan penerima 140.626 RTS.

"Jumlah raskin untuk setiap RTS juga berkurang dari 15 kilogram menjadi 13 kilogram, tetapi harganya tetap sama Rp1.600/kg," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP