08 Maret 2010

KABUPATEN MUKOMUKO KEKUARANGAN PABRIK CPO

Bengkulu, 27/2 (ANTARA) - Kabupaten Mukomuko sampai sekarang masih kekurangan pabrik pengolahan buah kelapa sawit karena kebun petani setempat produksinya sedang meningkat.

Pabrik yang ada di daerah itu sekarang baru ada delapan unit termasuk milik perusahaan perkebunan besar, sedangkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang masuk setiap hari cukup banyak, kata Kabag Humas pemkab Mukomuko Yanzuri Nawawi, Sabtu.


Akibat kekurangan pabrik pengolahan TBS kelapa sawit petani itu dikhawatirkan akan banyak produksi mereka yang membusuk, akibat tidak tertampung.

Sekarang sekitar 80 persen penduduk di Kabupaten Mukomuko memiliki kebun kelapa sawit, kebun mereka sekarang tengah panen serentak dan produksinya melebihi kapasitas pabrik yang ada.

Dengan kondisi demikian Bupati Ichwan Yunus mengundang investor yang bergerak di sektor unsaha pengolahan buah kelapa sawit, namun tetap memenuhi persyaratan perizinan yang ada.

Pabrik pengolahan kelapa sawit di daerah itu, mengolah buah kelapa sawit petani dari luar Mukomuko antara dari Tapan, Kabupaten Pesisir, Sumbar.

Idialnya pabrik yang ada di wilayah itu di atas sepuluh unit, sedangkan yang ada baru delapan unit itu pun sebagian besar milik perusahaan perkebunan besar setempat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Ir Risman Sipayung mengatakan, investor pebarik pengolahan kelapa sawit yang mau menanamkan modalnya di Bengkulu tetap masih diterima.

Mestinya dalam persyaratan sebuah pabrik memiliki kebun inti minimal dua ribu sampai lima ribu hetare, namun persyaratan itu bisa saja tidak dipenuhi asal ada investor yang ingin bergerak di sektor pabrik pengolahan CPO.

Di Provinsi Bengkulu sekarang baru ada sekitar 13 unit pebrik CPO dari sasaran sekitar 20 unit, sedangkan lainnya masih proses perizinan dan pembangunan pabrik.

Produksi TBS kepala sawit di Bengkulu saat ini sekitar 2,2 juta ton dari sebelumnya tercatat 1,8 juta ton pertahun dan luas kebun kelapa sawit seluruhnya mencapai 120 ribu hektare.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP