SELAMA 2009 TERJADI 412 GEMPA DI BENGKULU
Bengkulu, 8/1 (ANTARA) - Kepala Pusat Geologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahiang Dadang Permana di Bengkulu, Jumat, mengatakan selama tahun 2009 Bengkulu diguncang gempa sebanyak 412 kali.
"Gempa yang berkekuatan di atas 5 skala Richter (SR) terdeteksi oleh enam alat yang sudah terpasang di Bengkulu dan terhubung langsung ke BMKG pusat, sedangkan gempa berkekuatan di bawah 5 SR terdeteksi melalui empat alat mini regional yang terpasang di empat titik di Bengkulu," katanya.
Gempa yang mengguncang Bengkulu tersebut terbagi dua, yakni gempa darat yang diakibatkan patahan Sumatra (Sumatran fault) dan gempa laut yang diakibatkan gesekan dua lempeng aktif yakni Eurasia dan Indoaustralia.
Dadang mengatakan setiap bulan Bengkulu diguncang gempa rata-rata sebanyak 36 hingga 40 kali.
"Setiap bulan antara 36 sampai 40 kali gempa yang sebagian besar berada di bawah 5 skala richter," katanya.
Meskipun kekuatan gempa yang ada tidak berpotensi merusak namun diharapkan agar masyarakat tetap waspada karena gempa tidak dapat diprediksi.
Dengan kondisi ini kata dia masyarakat harus terus siaga dan waspada karena tidak menutup kemungkinan gempa berkekuatan besar akan melanda Bengkulu.
Untuk mendeteksi gempa yang terjadi di Bengkulu, saat ini terdapat enam alat deteksi yang terpasang di enam titik yakni Bengkulu Utara tepatnya di Pulau Enggano, pesisir pantai Barat Kabupaten Mukomuko, di Kepahiang, Muara Aman Kabupaten Lebong, Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kota Bengkulu.
"Ada enam alat deteksi gempa dipasang di enam kabupaten/kota dan empat alat deteksi mini regional yang dikelola BMKG stasiun Kepahiang,"katanya.
Gempa besar terakhir yang melanda Bengkulu terjadi pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 SR menewaskan lebih dari 100 orang warga Bengkulu dan pada tahun 2007 berkekuatan 7,9 pada skala richter yang mengakibatkan ribuan rumah rusak parah.
Staf dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Ir Chairul Amri mengatakan, dari pengamatan pihaknya sejak tahun 1973 hingga 2008 telah terjadi 1.200 gempa di Provinsi Bengkulu.
Hal ini kata dia dikarenakan Bengkulu berada di pertemuan lempeng aktif indo-australia dan eurasia.
"Setiap kali kedua lempeng ini bergesekan maka akan menimbulkan gempa walaupun sampai saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan gempa akan terjadi," katanya.
Dengan kondisi ini diharapkan agar seluruh masyarakat Bengkulu melakukan langkah antisipasi untuk menekan resiko saat gempa bumi terjadi.
Mengingat kondisi Bengkulu secara keseluruhan berada di zona merah rawan gempa atau siaga satu kecuali Pulau Kalimantan, diharapkan masyarakat yang bermukim di titik-titik rawan tersebut memahami dengan tujuan untuk mengurangi resiko bencana.