BARU ENAM KABUPATEN DILENGKAPI ALAT DETEKSI GEMPA
Bengkulu, 8/1 (ANTARA) - Hingga saat ini baru enam kabupaten/kota yang memiliki alat deteksi gempa bumi meskipun secara umum sepuluh kabupaten/kota di Bengkulu berpotensi dilanda gempa bumi.
Keenam alat tersebut masing-masing terpasang satu unit di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Lebong, Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu.
"Ada enam alat deteksi gempa yang terpasang di enam kabupaten/kota meskipun semua kabupaten/kota berpotensi dilanda gempa bumi," kata Kepala Pusat Geologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahiang, Dadang Permana, Jumat.
Ia berharap empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Seluma segera memiliki alat deteksi gempa karena pontensi terjadinya gempa sama dengan daerah lainnya.
Khususnya tiga kabupaten yang berada di pesisir pantai barat yakni Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur agar diprioritaskan karena selain gempa bumi juga terdapat ancaman gelombang besar, tsunami.
"Enam alat ini merupakan bantuan dari BMKG pusat, kami berharap empat kabupaten lainnya khususnya tiga kabupaten yang berada di pesisir pantai barat segera dipasang alat deteksi gempa dan tsunami,"katanya.
Dadang mengatakan, potensi gempa bumi sangat tinggi di Bengkulu dimana pada tahun 2009 terjadi 412 kali gempa di Bengkulu.
Enam alat deteksi gempa yang terpasang di enam titik tersebut berhasil mendeteksi gempa yang berkekuatan di atas 5 skala Richter (SR), sedangkan di bawah skala tersebut bisa dideteksi melalui empat alat mini regional yang dikelola BMKG stasiun Kepahiang.
Gempa yang mengguncang Bengkulu tersebut terbagi dua yakni gempa darat yang diakibatkan patahan Sumatra (Sumatran fault) dan gempa laut yang diakibatkan gesekan dua lempeng aktif, yakni Eurasia dan Indoaustralia.
Dadang mengatakan setiap bulan Bengkulu diguncang gempa rata-rata sebanyak 36 hingga 40 kali.