19 Januari 2010

PETANI MUKOMUKO MENGELUH TERIMA SAPI TERJANGKIT PENYAKIT

Bengkulu, 12/1 (ANTARA) - Para petani di satuan pemukiman (SP) 7 dan SP 8 di Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengeluh menerima bantuan sapi dari pemerintah sebagian besar terjangkit penyakit kulit dan luka-luka.

"Bahkan sapi bantuan itu ada beberapa ekor sudah mati, sedangkan yang masih hidup kondisinya memprihatinkan yaitu kulitnya terjangkit penyakit kurap dan mengelupas," kata seorang petani di Desa SP 7 Suryanto, Selasa.


Sapi bantuan itu tidak hanya terjangkit penyakit, tetapi jumlahnya pun kurang dari yang dijanjikan dari 110 ekor ternyata hanya 66 ekor.

Padahal dalam proposal petani yang tergabung dalam beberapa kelompok itu, jumlahnya sapi bantuan pemerintah itu sudah disetujui sebanyak 110 ekor untuk dua desa eks transmigrasi tersebut.

Namun, kenyataannya masing-masing desa hanya menerima 33 ekor, kondisi sapinya pun sebagian besar terjangkit penyakit dan masih lemas. Diperkirakan harapan hidup sapi itu hanya 20 persen, jelasnya.

"Kalau seperti ini kondisinya lebih baik kami dibantu bibit kambing atau itik saja, karean risikonya kecil bila dibandingkan dengan jenis sapi Bali seperti ini," jelasnya.

Beberapa pejabat berwenang di Kabupaten Mukomuko ketika dikonfirmasi menolak untuk berkomentar, sedangkan Kabag Humas Yanzuri Nawawi mengatakan informasi itu akan dicek ke lapangan sejauh mana kebenaranya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu Ir Iriyanto Abdullah mengatakan, bantuan sapi itu diperkirakan pengadaan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dan ada juga yang langsung dari pusat.

"Kalau dari Provinsi Bengkulu tidak ada bantuan sapi untuk kelompok tani di Kabupaten Mukomuko tersebut. Saya juga belum mendapat laporan tentang pengadaan sapi tersebut," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP