GUBERNUR SERAHKAN TRAKTOR TANGAN GRATIS KE PETANI
Bengkulu, 25/1 (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin akan menyerahkan 77 unit traktor tangan gratis kepada 77 kelompok tani di Kabupaten Mukomuko, Selasa (26/1).
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu Mukhlis Ibrahim, Senin, mengatakan Kabupaten Mukomuko menjadi sasaran pertama pembagian traktor tangan yang selanjutnya akan diikuti delapan kabupaten lainnya.
"Pembagian tahap pertama dilakukan di Mukomuko untuk 77 kelompok tani yang rencananya diserahkan Selasa," katanya.
Pembagian traktor tangan gratis sebanyak 2.142 unit kepada petani di sembilan kabupaten bertujuan meningkatkan produktivitas padi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia mengatakan untuk Kabupaten Mukomuko pembagian traktor tangan difokuskan pada kelompok tani di Kecamatan Lubuk Pinang dan Kecamatan Mukomuko Utara karena merupakan salah satu daerah sentra produksi pangan.
"Sebagai daerah pemekaran, perkembangan produksi pangan khususnya padi di daerah itu sangat menggembirakan, bahkan dua tahun berturut-turut yakni 2008 dan 2009 mendapat penghargaan dari presiden dalam peningkatan produksi pangan," katanya.
Mukhlis mengatakan kelompok tani yang berhak mendapat traktor tangan tersebut harus memenuhi syarat memiliki lahan sendiri dengan luas minimal 10 hektare (ha).
Selain Kabupaten Mukomuko, traktor tangan juga akan dibagikan kepada petani di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kepahiang, Seluma, Lebong, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kaur.
Mukhlis mengatakan pada 2010 Provinsi Bengkulu menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 15 persen dari produksi 510 ribu ton pada 2009 lalu.
"Hampir seluruh daerah di Bengkulu potensial untuk pengembangan produksi padi khususnya Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lebong," katanya.
Menurut dia pada 2009 empat bupati mendapat penghargaan atas peningkatan produktivitas padi antara lain Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Mukomuko.