18 Desember 2009

WARGA BENGKULU ANCAM TUTUP BANGUNAN DI CADB

Bengkulu, 28/11 (ANTARA) - Warga Suku Lembak, Kota Bengkulu mengancam menutup bangunan hotel di kawasan Cagar Alam Dusun Besar (CADB) yang terletak beberapa puluh meter dari obyek wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS).
Bangunan hotel diduga milik pengusaha di Kota Bengkulu itu, kini dalam tahap pengerjaan, namun berdampak besar pada kelestarian kawasan CABD, kata Ketua Yayasan Lembak Ir Usman Yasin di Bengkulu, Sabtu.



Lokasi itu, katanya, dulu pernah mau dibangun vila oleh pejabat di Provinsi Bengkulu, namun diprotes berbagai pihak termasuk Yayasan Lembak sehingga akhirnya terhenti, sekarang kembali dibangun dan pemiliknya pengusaha.
"Kami sudah sampaikan kepada penjaga bangunan itu agar pengerjaannya dihentikan, karena sudah melanggar undang-undang kehutanan dan akan merusak lingkungan di sekitar Danau," katanya.
Berdasarkan UU No 41/1999 dan diperbaharui dengan UU No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, tidak dibenarkan mengganggu kawasan cagar alam.
Bangunan tersebut diduga tidak memiliki izin dari Pemkot, karena lokasinya masuk dalam kawasan Cagar alam. Bila bangunan tersebut dilanjutkan, dikhawatirkan air Danau Dendam akan tercemar limbah.
Padahal air danau itu dibutuhkan masyarakat untuk konsumsi saat terjadi musim kemarau, disamping untuk mengairi ribuan hektare sawah warga Lembak dan masyarakat lainnya dalam Kota Bengkulu.
Kepala Dinas Tata Kota Bengkulu Hendrick ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya bangunan di sekitar kawasan Danau Dendam. Dia berjanji akan menurunkan tim ke lokasi.
Sampai sekarang belum ada izin mendirikan bangunan di sekitar Danau Dendam tersebut, karena daerah itu merupakan kawasan Cagar Alam yang perlu dilindungi, katanya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Andi Basrah melalui Kabag TU Supartono mengatakan, di sekitar kawasan Danau Dendam Tak Sudah itu tidak boleh didirikan bangunan, karena akan merusak tumbuhan hayati yang dilindungi.
"Kami sudah mendapat laporan dari warga Lembak bahwa ada bangunan di sekitar danau tersebut, nantinya kami akan turun bersama dan menghentikan bangunan tersebut," ujarnya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP