21 Desember 2009

RUMAH BUNG KARNO DIPADATI PENGUNJUNG

Bengkulu, 20/12 (ANTARA) - Objek wisata sejarah Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dipadati pengunjung yang menghabiskan akhir pekan dan menyambut Tahun Baru Hijriah.

Sebagian besar pengunjung tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan selama 1938 hingga 1942 di Bengkulu itu, berasal dari luar kota dan didominasi pelajar, kata juru rawat Persada Bung Karno dan Rumah Bung Karno Sugrahanudin, Minggu.


"Jumlah pengunjung hari ini meningkat pesat karena libur sekolah dan ada satu sekolah dari Provinsi Sumatra Selatan," katanya.

Pegawai honorer Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi iu mengatakan peningkatan jumlah pengunjung memang terjadi setiap akhir pekan.

Namun libur panjang menyambut Tahun Baru 1431 Hijriah membuat kenaikan jumlah pengunjung semakin tinggi.

"Kalau hari biasa hanya 10 sampai 15 orang, sedangkan hari libur sekitar 100 hingga 150 orang," katanya.

Sugrahanudin mengatakan, sebagian besar pengunjung Rumah Bung Karno adalah wisatawan domestik asal Pulau Jawa dan provinsi tetangga seperti Sumsel dan Lampung.

Untuk memasuki rumah bersejarah tempat Bung Karno sering menggelar pertunjukan tonil Monte Carlo tersebut, pengunjung harus membayar Rp2.500 per orang, tetapi bagi rombongan mendapat potongan menjadi Rp1.500 per orang.

Rudi, warga Kota Jakarta yang mengunjungi aset bersejarah tersebut mengatakan, tertarik untuk melihat rumah pengasingan Bung Karno karena di daerah ini juga Sang Proklamator tersebut bertemu dengan Ibu Negara Fatmawati.

"Saya tertarik untuk melihat kondisi tempat tinggal Bung Karno semasa di pengasingan, ternyata rumahnya besar dan menurut penjelasan penjaga, rumah ini adalah rumah paling mewah milik seorang saudagar China masa itu," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP