IAIN BENGKULU DIRESMIKAN BERSAMAAN PEMBUKAAN MTQ
Bengkulu, 20/12 (ANTARA) - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Bengkulu akan ditingkatkan statusnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) diresmikan bersamaan pembukaan Musabaqah Tilawtil Quran Nasional (MTQN) pada Juni 2010.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Nahrowi, Minggu, mengatakan, semua syarat administrasi saat ini sudah dipenuhi dan mudah-mudahan bisa terbentuk bersamaan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.
"STAIN selama ini terkendala ditingkatkan statusnya menjadi IAIN karena kekurangan dua orang guru besar (profesor), tetapi sekarang sudah terpenuhi karena sudah ada dua profesor yang bersedia bergabung dengan STAIN Bengkulu," katanya.
Dua orang profesor tersebut adalah Prof Abdul Hamid saat ini menjabat salah satu Dekan dan Prof Damrah yang berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedangkan Prof Nanik dari Universitas Bengkulu (Unib).
Walaupun sudah bersedia tetapi yang bersangkutan tidak masuk persyaratan karena bidang keilmuannya berbeda.
Komisi IV DPRD Bengkulu yang bertemu Menteri Agama RI Surya Dharma Ali belum lama ini menyambut baik dan mendukung sepenuhnya peningkatan status STAIN menjadi IAIN agar cepat diresmikan oleh Presiden RI bersamaan dengan pembukaan MTQ Nasional.
"Kunjungan kita beberapa waktu lalu bahwa Menteri sangat merespon dan diharapkan dapat terwujud secepatanya. Apalagi dalam waktu dekat ini Provinsi Bengkulu dipercaya menjadi tuan rumah MTQN ke-23," tambanya.
Kendala lain yang saat ini sudah bisa dipenuhi adalah sarana fisik, seperti pembukaan rumah susun asrama mahasiswa (Rusunawa) bahkan lebih dari itu sebab banyak bangunan bekas pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) pada 2004 masih tergolong bagus, sehingga dapat dipergunakan untuk kegiatan kuliah.
Banyak keuntungan diperoleh jika telah berubah menjadi IAIN, seperti banyak fakultas yang bisa dibentuk dengan beberapa jurusan di bawahnya, tidak seperti saat ini yang hanya mampu membuka dua jurusan yaitu Tarbiyah dan Syariah.
Bila telah berubah minimal dapat membuka tiga Fakultas lagi, dengan jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tersebut akan bertambah dua kali lipat dari sekarang yang tercatat 2.500 orang,
Seiring dengan pertambahan fakultas dan jurusan, warga Bengkulu tidak lagi mengkuliahkan anaknya di luar daerah.
Ia menambahkan, dengan berubahnya STAIN menjadi IAIN maka gengsi perguruan tinggi tersebut akan bertambah lagi dimata masyarakat, sehingga dengan perubahan status ini menjadi salah satu pemikat lulusa SLTA untuk bersekolah di IAIN Bengkulu.
"Begitu juga dengan dana dari pusat dapat langsung diterima perguruan tinggi tersebut, yang mana dana bantuan untuk penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai Rp50 hingga Rp60 miliar per tahun," paparnya.