PERBAIKAN JEMBATAN BENGKULU HAMBAT ANGKUTAN BATU BARA
Bengkulu, 17/11 (ANTARA) - Lambatnya proses pembangunan jembatan Kembang Seri di Kabupaten Bengkulu Tengah membuat angkutan batu bara menuju Pelabuhan Pulau Baai terhambat.
"Akibatnya, kendaraan batu bara masuk dan melintasi jalan dalam wilayah Kota Bengkulu dan menimbulkan kerusakan di berbagai titik," kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Budi D Darmawansyah, usai melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan dan pengusaha jasa angkutan batu bara, Selasa.
Menurut Budi, pengusaha batu bara mengatakan, tidak bisa melintasi jembatan tersebut karena dikhawatirkan tidak sanggup menahan beban muatan truk batu bara yang mencapai 8 ton.
Menunggu perbaikan jembatan tersebut tuntas, maka pengusaha angkutan batu bara melintasi jalan dalam wilayah kota.
"Kami sudah minta agar semua pengusaha angkutan batu bara bersabar sampai jembatan itu tuntas diperbaiki dan selama melintasi jalan dalam wilayah kota agar tonasenya disesuaikan dengan kelas jalan," terangnya.
Budi mengatakan, jalan dalam wilayah Kota Bengkulu sebagian besar merupakan kelas IIB dengan kapasitas beban 6 hingga 8 ton.
Sementara angkutan batu bara yang setiap hari melintasi jalan dalam kota melebihi 8 ton.
"Ini harus dipatuhi karena kalau pengusaha angkutan batu bara tetap ngotot maka masyarakat kota yang akan menjadi korban, seperti sekarang beberapa titik jalan sudah hancur," katanya.
Politisi Golkar ini mengatakan, pihaknya juga akan meninjau langsung pembangunan jembatan di Kembang Seri tersebut untuk melihat perkembangannya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara, Made Irwana mengatakan, seluruh pengusaha angkutan batu bara tidak keberatan jika harus melintasi jalur Kembang Seri-Pelabuhan Pulau Baai untuk menghindari kerusakan jalan dalam wilayah kota.
"Hanya saja kami minta jaminan apakah jembatan itu bisa dilalui oleh muatan lebih dari 10 ton," katanya.