17 Desember 2009

PENGUSAHA TAMBANG BENGKULU BANTU PERBAIKAN JALINBAR

Bengkulu, 8/11 (ANTARA) - Para pengusaha pertambangan batu bara di Provinsi Bengkulu bersedia membantu perbaikan jalan lintas barat (jalinbar) yang rusak akibat beban truk angkutan batu bara melebihi kapasitas.
Sebetulnya kerusakan jalan nasional itu disebabkan banyak faktor, bukan dilalui kendaraan truk batu bara saja, tetapi angkutan berat lainnya juga lewat di jalan itu, kata salah seorang pengusaha pertambangan batu bara Ir Sutarman di Bengkulu, Minggu.



"Namun kami tetap bertanggung jawab ikut memperbaiki ruas jalan nasional yang rusak itu," katanya.
Kerusakan ruas jalan di Provinsi Bengkulu saat ini diduga karena dilewati truk pengangkut batu bara yang melebihi tonase, namun nyatanya masih banyak faktor lain yang menyebabkan kerusakan tersebut.
Dia mengatakan kerusakan jalan nasional itu jangan seluruhnya dibeban pada pengusaha batu bara, karena banyak faktor lain penyebab rusak jalan itu seperti truk angkutan buah kelapa sawit dan tambang galian C lainnya.
Menurut Sutarman, kerusakan jalinbar di Bengkulu juga faktor usia dan sebagian besar belum berstandar jalan nasional, sehingga bila dilewati kendaraan beban berat jalan itu cepat rusak.
Menanggapi keinginan Pemprov Bengkulu yang menganjurkan pengusaha batu bara menggunakan mobil Colt Diesel, dia menilai tidak masuk akal, karena jarak tempuh dari tambang sampai ke penumpukan di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu antara 65 hingga 120 kilometer.
Kalau menggunakan Colt Diesel kapasitas delapan ton, pengusaha memerlukan ratusan unit mobil untuk mengangkut batu bara tersebut, poros jalan umum pun akan dipenuhi oleh kendaraan perusahaan.
Dengan pola tersebut perusahaan akan mengeluarkan biaya tinggi, di samping arus lalu-lintas di jalan nasional rawan kecelakaan, akibat banyaknya angkutan batu bara tersebut.
"Dari segi bisnis kami banyak dirugikan Pemprov Bengkulu karena pengerukan alur pelabuhan tak kunjung selesai, sehingga pengapalan batu bara tersendat," ujar Sutarman.
Pemprov Bengkulu tak perlu berpedoman pada angkutan batu bara di daerah Sumsel karena mereka hanya berlangsung tiga tahun saja sampai menunggu selesainya jalan khusus angkutan batu bara dari tambang ke pelabuhan jaraknya sekitar 250 km.
Pengangkutan batu bara di Bengkulu sampai sekarang belum menggunakan poros khusus, sehingga tiap hari sering berbenturan dengan kendaraan umum dan bahkan angkutan batu bara menelan korban termasuk anggota polisi tewas belum lama ini, tambah Sutarman yang juga Sekjen Asosiasi Pengusaha Batu Bara Sumbagsel itu.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP