18 Desember 2009

PENGERUKAN ALUR PULAU BAAI BENGKULU AKAN DIOPTIMALKAN

Bengkulu, 21/11 (ANTARA) - Pengerukan alur pulau Baai Provinsi Bengkulu akan segera dioptimalkan dengan menggunakan dua kapal keruk yang sudah siap melakukan pekerjaan itu pada November 2009.
"Pengerukan alur pulau Baai akan secepatnya dilakukan dengan menggunakan dua kapal sehingga pekerjaan itu akan menjadi optimal dan cepat," kata Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin, di Bengkulu, Sabtu.



Pelabuhan laut pulau Baai, kata dia, merupakan sarana dan prasarana untuk pengangkutan hasil komoditas perkebunan seperti minyak sawit metah (crude palm oil/CPO) dan kebutuhan lainnya.
Akibat pendangkalan, Bengkulu terus dirugikan, karena untuk mengangkut komoditas perkebunan, BBM, bahan bangunan, pupuk, dan barang lain tidak dapat dilakukan secara optimal.
Pasir yang akan diangkut dari alur tersebut akan mencapai ratusan ribu kubik sehingga memebutuhkan kapal keruk dengan kapasitas yang cukup besar.
Sebelumnya, menurut dia, ketika kapal akan berlabuh di pelabuhan mengalami kerusakan sehingga pengerukan tertunda.
Kerusakan kapal pertama yang datang dari Malaysia rusak di Pantai Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Kapal itu, tidak dapat beroperasi akibat terbalik dan mengalami kerugian yang cukup besar sehingga harus dikembalikan ke negara asalnya.
Pengerukan alur tersebut, direncanakan akan menggunakan dua kapal yang berfungsi menyedot dan membuang pasir laut ke tempat yang sudah ditentukan.
"Pendangkalan alur sudah diambang batas sehingga harus dilakukan upaya yang nyata tanpa harus menunggu dan perekonomian Bengkulu akan meningkat kembali," ujarnya.
Pekerjaan yang dilakukan itu, pertama membuka alur di pintu masuk pelabuhan kembali karena sebagian sudah tertimbun pasir kemudian melakukan pengerukan.
Pengerukan tersebut, tidak gampang karena debit pasir laut di pintu masuk pelabuhan cukup cepat masuknya dan harus dilakukan secara profesional.
Tenaga yang digunakan, menurut dia, sudah profesional sehingga pengerukan dapat selesai dengan cepat dan tepat waktu.
Debit pasir di pintu pelabuhan itu menjadi tantangan bagi kapal keruk karena begitu cepatnya masuk sehingga harus menggunakan alat yang lebih canggih.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP