PENGEMBANG BENGKULU GUNAKAN KONSTRUKSI BAJA RINGAN
Bengkulu, 7/11 (ANTARA) - Pengembangan perumahan di Bengkulu mulai menggunakan konstruksi milistrofis baja ringan, dalam rangka mengantisipasi bencana gempa bumi, karena daerah ini salah satu wilayah rawan gempa di Sumatra.
"Konstruksi bangunan perumahan kami banyak menggunakan tulang besi, guna mengantisipasi guncangan bencana gempa," kata Direktur Utama Perumahan Qase PT Biru Restubumi Yuan Degama (Ucok) didampingi wadir Susanto di Bengkulu, Sabtu.
Dalam kawasan sepuluh ribu meter persegi itu, akan dibangun rumah tipe menengah ke atas yaitu mulai tipe 50-55-105 dan tipe 135, dengan harga antara Rp200 hingga Rp600 juta.
Sampai sekarang sudah ada sekitar 26 pemesan dari target pembangunan 68 unit rumah, sedangkan sudah dibangun baru 19 unit dengan tipe 105 ke bawah.
Pangsa pasar perumahan yang berada di Pasar Melintang, Kelurahan Kebun Geran, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu sebagian besar adalah pengusaha, dokter, pegawai Bank dan pekerja swasta lainnya.
Pada kawasan perumahan itu, katanya, tersedia sarana pengamanan 24 jam, dengan sistem satu pintu untuk memudahkan pengawasan terhadap tamu, sehingga kenyamanan penghuni betul-betul tercukupi.
Untuk konstruksi tipe 50 sampai 105 hanya satu tingkat, sedangkan buat tipe 135 dibuat dua lantai, dengan menggunakan bahan anti gempa, namun bukan konstruksi rumah bidai, jelasnya.
Sementara pembangunan perumahan kalangan menengah ke bawah di wilayah Betungan Permai, masih menggunakan batu bata biasa dan tulang besi, dengan tipe 35.
Walau daerah gempa, namun propek perumahan di Bengkulu tetap tinggi peminat, kata Saidi karyawan Perumnas Bengkulu.