19 Desember 2009

PEMPROV PERTAHANKAN PT PATHAWAY KERUK ALUR PELABUHAN

Bengkulu, 30/11 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tetap mempertahankan keberadaan PT Pathaway International untuk mengerjakan pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai yang saat ini mengalami pendangkalan.
"Perusahaan tersebut terus berupaya melakukan pengerukan alur, karena saat ini kapal keruk Inai Kekwa masih di pelabuhan untuk melakukan pengerukan," kata Asisten II Pemprov Bengkulu Fauzan Rahim, Senin.



Meski kondisi alur semakin kritis dan mendapat sorotan dari berbagai pihak, namun Pemprov Bengkulu masih memberikan kepercayaan terhadap perusahaan konsorsium itu untuk mengatasi pendangkalan.
Dalam waktu dekat kata Fauzan, perusahaan tersebut akan mendatangkan kapal keruk jenis cutter untuk melanjutkan pekerjaan kapal keruk Inai Kekwa jenis hopper.
"Kapal tersebut merupakan jenis hopper yang mampu mengeruk hingga kedalaman 6,5 meter, sedangkan kapal jenis cutter akan mengeruk hingga kedalaman 10 meter," katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Bengkulu Ali Berti mengatakan, PT Pathaway International akan mendatangkan kapal keruk jenis cutter dari Kucing, Malaysia. Pengerukan akan dijadwalkan akan tuntas dalam waktu tiga bulan.
"Kami sudah mengadakan rapat dengan PT Pathaway, Adpel, Pemprov untuk membahas kondisi alur dan pihak kontraktor akan segera mendatangkan kapal keruk dari Malaysia yang siap memulai kerja," katanya.
Saat ini seluruh teknisi perusahaan pengerukan sudah berangkat ke Malaysia dan akan tiba di Bengkulu awal bulan Desember mendatang.
Pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai sempat menjadi polemik setelah perusahaan itu tidak melakukan aktivitas pengerukan selama tiga bulan terakhir dan membuat kondisi alur semakin kritis.
"Kapal keruk cutter yang direncanakan untuk mengeruk alur ternyata terbalik di perairan Kabupaten Kaur (Provinsi Bengkulu), karena gelombang sangat tinggi. Jadi kapal baru akan segera didatangkan dari Malaysia," ujarnya.
PT Pathaway International melakukan pengerukan alur masuk pelabuhan selain membangun jalur kereta api yang menghubungkan pulau Baai Bengkulu-Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong khusus untuk angkutan batu bara.
Sementara itu, General Manager PT Pelindo II Effendy Abdullah mengatakan masalah pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai menjadi masalah utama di Bengkulu karena kondisi ini sangat mempengaruhi aktivitas pelabuhan.
Kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan menggunakan jalur alam selebar 25 meter dengan panjang 1,9 Km dan dipandu oleh Administrator Pelabuhan (Adpel).
"Alur yang digunakan saat ini bukan alur yang dikeruk tetapi alur bentukan alam yang menjadi jalur arus laut sehingga saat pasang masih bisa dilewati kapal," katanya.
Pada 2009 PT Pelindo menganggarkan dana senilai Rp33 miliar untuk mengatasi pendangkalan alur. Saat ini pihaknya tinggal menunggu kapal keruk yang akan dikirim dari Jakarta.
Sejumlah komoditi ekspor yang bertransaksi di pelabuhan Pulau Baai antara lain batu bara, minyak mentah kelapa sawit (CPO), kopi, jahe, sayur mayur, karet, cangkang sawit, dan biji besi.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP