18 Desember 2009

PEMBANGUNAN PLTHM ATASI KRISIS LISTRIK DUA KABUPATEN

Bengkulu, 20/11 (ANTARA) - Pembangunan dua unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Kabupaten Bengkulu Utara dan Seluma, Provinsi Bengkulu pada 2010 diharapkan mampu mengatasi krisis listrik di dua kabupaten tersebut.
"Pada 2010 kita dapat dua unit PLTM untuk Kabupaten Bengkulu Utara dan Seluma, tetapi masih diusahakan untuk menambah satu unit lagi," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Winarkus, Jumat.



Satu unit PLTMH yang tengah diupayakan itu akan diserahkan untuk Kabupaten Kaur karena masih banyak desa di kabupaten belum terjangkau aliran listrik.
Seharusnya program ini sudah terlaksana pada 2009, namun karena sisa waktu pembangunan amat singkat terpaksa diganti dengan 310 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Membuat PLTMH ini kan butuh waktu lama, jadi perhitungan waktu yang tidak tepat, akhirnya diundur jadi tahun depan," ujarnya.
Selain dua PLTMH tersebut Provinsi Bengkulu pada 2010 juga mendapat bantuan 3.000 unit PLTS dari Departemen ESDM.
Pembangkit listrik itu akan didistribusikan untuk sembilan kabupaten khususnya desa-desa yang jauh dari jangkauan jaringan listrik.
"Sudah pasti dapat 3.000 unit tetapi kami masih mengusahakan ada penambahan 500 unit lagi karena masih banyak desa yang belum terjangkau listrik," katanya.
Bengkulu pada tahun ini juga telah mendapat 2.828 unit PLTS untuk mengatasi krisis listrik khususnya untuk daerah pelosok yakni sebanyak 308 unit untuk Kabupaten Bengkulu Utara, Muko-Muko 230 unit, Rejang Lebong 295 unit, Lebong 310 unit, dan Kepahiang 313 unit.
Sedangkan Kabupaten Bengkulu Selatan 206 unit, Seluma 384 unit, Kaur 300 unit dan Bengkulu Tengah 173 unit.
Menurut dia, listrik tenaga surya satu jam penyinaran terhadap solar cell bisa menyimpan daya sebesar 50 watt peach.
Walau dalam kondisi cuaca mendung masih mampu menyimpan tenaga surya, hanya saja energinya tidak sebesar pada saat cuaca cerah, katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP