KRISIS GLOBAL HAMBAT PEMBANGUNAN REL KA BENGKULU
Bengkulu, 22/11 (ANTARA) - Krisis keuangan global yang terjadi sejak setahun lalu membuat pembangunan rel kereta api (KA) khusus angkutan batu bara yang menghubungkan Bengkulu-Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong tertunda.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu Ir Nasyah, Minggu mengatakan, proyek yang ditangani PT Pathaway International (PI) tersebut terpaksa dijadwal ulang, akibat krisis global yang melanda perusahaan konsorsium itu.
"Perusahaan ini juga kena imbas dari krisis global jadi pembangunan rel kereta api terkendala, dan akan dijadwal ulang," katanya.
Meskipun stasiun KA sudah berdiri di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, namun belum bisa dilanjutkan dengan pembangunan relnya.
Untuk tahap awal kata dia pembangunan rel KA dimulai dari Pelabuhan Pulau Baai hingga ke Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah berjarak 30 km.
Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2010 sehingga rel tersebut tuntas hingga ke perbatasan Bengkulu dengan Sumatra Selatan di Kabupaten Rejang Lebong.
Demikian juga dengan pembangunan jalur KA Tanjung Enim menuju Pelabuhan Linau Kabupaten Kaur akan dijadwal ulang.
"Perusahaan ini sebenarnya sudah menginvestasikan Rp21 triliun untuk mengembangkan kawasan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat distribusi batu bara dari Sumatra Selatan dan Bengkulu,"katanya.
Pengembangan Pelabuhan Pulau Baai dan Pelabuhan Linau serta pengembangan Pulau Enggano juga menjadi salah strategi Bengkulu untuk mendapatkan status Kawasan Ekonomi Khusus dari pemerintah pusat.
Dengan status tersebut diharapkan Bengkulu bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Sumatra.
"Karena 46 persen kawasan kita adalah hutan lindung sehingga harapan untuk berkembang adalah di KEK ini," katanya.