18 Desember 2009

INSA BENGKULU MINTA ALUR PELABUHAN SEGERA DIKERUK

Bengkulu, 22/11 (ANTARA) - Pengurus Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners Association/INSA) Bengkulu Indarto mengatakan, kondisi alur masuk pelabuhan Pulau Baai semakin kritis dan membutuhkan pengerukan.
"Kondisinya sangat berbahaya bagi kapal yang beroperasi di pelabuhan Pulau Baai karena pendangkalan ini sangat parah," katanya di Bengkulu, Minggu.



Ia mengatakan pendangkalan semakin parah sejak alur masuk pelabuhan Pulau Baai dikelola oleh PT Pathaway International (PI).
Dalam tiga bulan terakhir, kata dia, PT PI tidak melakukan pengerukan, meskipun kapal keruk jenis Hopper masih berada di pelabuhan Pulau Baai.
"Pendangkalan terus terjadi, selama ini ditangani oleh Pelindo tapi tidak pernah separah ini, sejak PT PI mengambil alih malah semakin parah," katanya.
Saat ini, kata Indarto, sejumlah pemilik kapal terancam bangkrut karena risiko bagi kapal dengan kondisi alur dangkal sangat tinggi.
Parahnya lagi kata dia, saat ini kapal yang dipandu masuk dan keluar pelabuhan tidak melalui alur yang sebenarnya tetapi jalur sehingga pihak asuransi tidak menjamin kerusakan kapal yang menggunakan jalur tersebut.
"Karena alur sudah penuh dengan timbunan pasir, dari lebarnya 120 meter, yang sisa sekarang hanya 30 meter, jadi kapal-kapal sudah melewati jalur, bukan alur,"katanya.
Indarto mengatakan pihaknya sudah menyurati Pemprov Bengkulu agar segera mencari solusi pendangkalan tersebut, jika PT PI memang dianggap tidak mampu melakukan pengerukan agar diberikan kepada pihak lain.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Bengkulu Ali Berti mengatakan kapal keruk milik PT PI akan didatangkan dari Kucung Malaysia.
"Kapal keruk sudah siap berlayar dari Kucing, Malaysia dan diharapkan pengerukan akan tuntas dalam tiga bulan ke depan," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP