KAPAL KERUK PATHAWAY DIDATANGKAN DARI MALAYSIA
Bengkulu, 4/12 (ANTARA) - Kapal keruk jenis "cutter" milik PT Pathaway International (PI) sudah berlayar dari Port Lang Malaysia menuju Pelabuhan Pulau Baai dan diperkirakan pada pertengahan bulan ini mulai mengeruk alur yang mengalami pendangkalan.
"Dalam empat atau lima hari ini kapal keruk itu akan tiba karena diinformasikan sudah berlayar dari Port Lang, Malaysia," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Bengkulu, Ali Berti, Jumat.
Kapal "cutter" itu akan meneruskan aktivitas pengerukan alur yang mengalami sedimentasi hingga kedalaman minus 10 meter.
Pengerukan yang ada saat ini dilakukan menggunakan kapal "hopper" hingga kedalaman 6,5 meter, katanya.
"PT Pathaway masih melakukan pengerukan alur dengan kapal keruk 'hopper', Inai Kekwa dan akan dilanjutkan kapal 'hopper' yang masih dalam pelayaran menuju Pulau Baai,"katanya.
Meskipun kondisi alur semakin kritis dan mendapat sorotan dari berbagai pihak namun Pemprov masih memberikan kepercayaan kepada perusahaan konsorsium itu untuk mengatasi pendangkalan.
Ali mengatakan dengan kapal "cutter" tersebut masalah pendangkalan akan teratasi dalam waktu tiga bulan.
Pengerukan alur masuk pelabuhan Pulau Baai sempat menjadi polemik setelah PT PI tidak melakukan aktivitas pengerukan selama tiga bulan terakhir dan membuat kondisi alur semakin kritis.
"Kapal keruk 'cutter' yang direncanakan untuk mengeruk alur ternyata terbalik di perairan Kaur, karena gelombang sangat tinggi, jadi kapal baru akan segera didatangkan dari Malaysia,"katanya.
PT Pathaway International (PI) melakukan pengerukan alur masuk pelabuhan selain membangun jalur Kereta Api yang menghubungkan Pulau Baai-Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong untuk angkutan khusus batu bara dengan nilai investasi Rp2,1 triliun.
Untuk sementara dalam melakukan aktivitas pelayaran kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan menggunakan jalur alam selebar 25 meter dengan panjang 1,9 km dan dipandu oleh Administrator Pelabuhan (Adpel).
"Alur yang digunakan saat ini bukan alur yang dikeruk tapi alur bentukan alam yang menjadi jalur arus laut sehingga saat pasang masih bisa dilewati kapal," kata Kepala Adpel Bengkulu Zainal.
Sejumlah komoditas ekspor yang bertransaksi di Pelabuhan Pulau Baai antara lain batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), kopi, jahe, sayur mayur, karet, cangkang, dan bijih besi.