19 Desember 2009

BALITBANG BENGKULU KEMBANGKAN BUDIDAYA KEPITING BAKAU

Bengkulu, 4/12 (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Bengkulu, menganggarkan dana Rp300 juta untuk mengembangkan budidaya kepiting bakau yang punya potensi tinggi di daerah itu.

"Daerah kita banyak hutan bakau jadi sangat potensial untuk dikembangkan, makanya tahun 2010 sudah tersedia dana Rp300 juta untuk pengembangannya," kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu, Sadikin, Jumat.


Anggaran tersebut akan digunakan untuk melakukan kajian terhadap potensi pengembangan kepiting bakau khususnya yang terdapat di kawasan Pulau Baai Kota Bengkulu.

Selama ini, nelayan Kelurahan Kampung Melayu yang memiliki areal hutan bakau yang luas masih membudidayakan kepiting tersebut secara alami.

"Belum ada perlakuan khusus untuk membesarkan anak kepiting atau mempercepat perkembangbiakannya, nanti dengan kajian ini akan informasi itu dan bisa diteruskan ke nelayan," katanya.

Selain sebagian kecil nelayan yang membudidayakan secara alami, sebagian besar kepiting bakau yang dijual nelayan di Pulau Baai juga hasil tangkapan dari hutan bakau di lokasi itu.

Harga kepiting bakau yang tergolong tinggi mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram membuat nelayan yang mengandalkan penangkapan kepiting sebagai mata pencaharian semakin banyak," katanya.

"Sebagian besar masih mengambil dan belum membudidayakan padahal harganya tinggi dan bisa menjadi komoditas ekspor," katanya.

Selain kajian pengembangan budidaya kepiting bakau, Balitbang pada tahun 2010 juga akan melakukan kajian terhadap industri hilir di Bengkulu.

Sektor yang diutamakan antara lain pertanian secara umum yakni perkebunan, perikanan, peternakan dan pangan.

"Sesuai dengan kebutuhan daerah saat ini kami juga akan melakukan kajian terhadap potensi industri hilir yang potensial," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP