EMPAT ALAT DETEKSI GEMPA TERPASANG DI BENGKULU
Bengkulu, 15/12 (ANTARA) - Empat alat deteksi gempa dan tsunami terpasang di Bengkulu, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Yohanes Noor, Selasa.
"Empat alat tersebut sudah terpasang di atas menara, salah satunya di belakang kantor Kesbanglinmaspol di lingkungan kantor gubernur," katanya.
Empat alat tersebut masing-masing dua unit sistem peringatan dini tsunami atau "early warning system" berupa sirene, sedangkan dua alat lainnya adalah pendeteksi gempa dan tsunami.
Dua sirene tsunami dipasang di atas meara dan ditempatkan di lingkungan kantor gubernur, sedangkan satu unit lainnya dipasang di kawasan "sport center" di Pantai Panjang.
"Sesuai dengan fungsinya untuk deteksi tsunami maka dua alat ini ditempatkan di kawasan pantai," katanya.
Ia mengatakan bunyi sirine tersebut mampu menjangkau hingga radius 2,5 km hingga 3 km. "Kalau ada gempa yang berpotensi tsunami akan diperingatkan lewat sirine tersebut," katanya.
Dalam pengoperasiannya, kata dia, alat ini akan terhubung dengan BMKG pusat sehingga saat bencana terjadi bisa diaktifkan oleh petugas BMKG di Jakarta.
Provinsi Bengkulu merupakan salah satu dari tiga provinsi yang mendapat bantuan sirine bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.
"Pemasangan alat deteksi gempa dan tsunami ini dalam rangka pengurangan risiko bencana yang rawan terjadi di Bengkulu," katanya.
Posisi Bengkulu yang berada di pertemuan dua lempeng aktif Eurasia dan Indo-Australia mengakibatkan Bengkulu termasuk daerah rawan gempa bumi dan tsunami.
"Sementara dua alat pendeteksi gempa lainnya ditempatkan di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan satu unit ditempatkan di BMKG Stasiun Geologi Kepahiang," katanya.
Kepala BMKG Stasiun Geologi Kepahiang Dadang Permana mengatakan alat yang merupakan bantuan Korea itu tidak hanya bisa mendeteksi gempa yang terjadi di Bengkulu, tetapi mampu mendeteksi seluruh gempa dan potensi tsunami yang terjadi di seluruh tanah air.
"Tidak hanya lokal, tetapi seluruh gempa di tanah air bisa dideteksi, alatnya sudah terpasang, tinggal pengoperasiannya," katanya.
Ia mengatakan satu lagi kelebihan alat tersebut, yakni akan dihubungkan dengan seluruh provider telepon seluler sehingga saat gempa terjadi secara otomatis diinformasikan ke seluruh pelanggan.
"Kami berharap dengan keberadaan alat ini, penyebarluasan atau diseminasi informasi gempa dan tsunami bisa dilakukan dengan cepat dan efektif," katanya.